Sunday, September 7, 2014

Doa Rindu Dari Ayah

Belum juga beranjak pergi, Ayah sudah kangen Nak. Ayah tak bisa tidur malam ini, hanya melihat dan membingkai fotomu.

Lusa, Ayah akan berangkat ke negeri seberang, meninggalkanmu sejenak. Tapi belum juga matahari esok terbit, Ayah sudah rindu Nak. Maklum, Ayah tak pernah meninggalkanmu semalam pun. Lah ini, Ayah akan pergi seminggu. Entah bagaimana nasib Ayah nanti tanpamu Nak.

Jelang setahunmu, Ayah malah akan pergi. Ayah hanya bisa menitip doa. Cepat sembuh Nak yah, jangan nakal, jangan menyusahkan Bunda.

Salam rindu dari Ayah.

Wednesday, August 20, 2014

Hello Kuttu, Berselingkuh dengan Rasa Malas

Siapa tak kenal Hello Kitty? Ituloh, sosok yang tenar karena berselingkuh dengan suami orang. Ya, ini hanyalah cerita sebuah sinetron saja, entah fiksi atau non fiksi. Hello Kitty kemudian jadi bahan perbincangan dunia persinetronan.

Lalu, apa Kuttu itu? Bukan sosok seekor kucing! Kuttu adalah bahasa Bugis yang berarti MALAS. Kalau sampai kata ini disematkan pada sebuah nama, adalah sebuah penistaan akan sebuah nama, walaupun memang kemalasannya benar adanya. Contoh: Mumox Kuttu. Wow.. Sakitnya tuh disini *megangdada. Lebih baik dituduh selingkuh daripada dituduh malas.

Sebenarnya beberapa hari ini saya malas ngapa-ngapain, dengan kata lain saya sedang berselingkuh dengan rasa malas, atau sekedar menyapanya. Saking malasnya, saya hentikan saja postingan ini. Hello Kuttu, sudahkah kau mandi hari ini?

Wednesday, August 13, 2014

Waktu Dalam Hidup mu


Good Riddance (Time of Your Life) adalah salah satu lagu Green Day yang paling populer. Setidaknya pada satu dekade yang lalu. Lagu ini digunakan dalam 2 jam acara Seinfeld, dan sejak saat itu telah sering dimainkan di pesta pernikahan dan wisuda. Lagu ini memiliki banyak interpretasi. Beberapa menganggap lagu ini merupakan pengkhianatan terhadap akar punk, yang lain mengatakan jika lagu ini adalah hal yang paling punk yang pernah dilakukan oleh sebuah band. Seperti kebanyakan lagu yang baik, Good Riddance mempunyai arti dan interpretasi yang berbeda pada masing-masing pendengarnya.

Tentang Hubungan. Billie Joe Armstrong menulis lagu ini ketika kekasihnya pindah ke Ekuador. Ia menulis lagu dengan judul "Time of Your Life" sebagai ekspresi sarkastis dari kepahitan perpisahannya, seperti yang dikatakannya "Kamu menghancurkan hati saya, saya harap Kamu bersenang-senang". Selanjutnya sikapnya terhadap sebuah hubungan berubah dan dia memberi nama baru - "Good Riddance", menempatkan nama aslinya dalam kurung. Akhir sebuah hubungan adalah "titik balik" yang membuat Anda melihat ke belakang dan berpikir tentang apa yang telah dilalui dan menyadari bahwa "itu sesuatu yang tak terduga, tetapi pada akhirnya adalah benar"; apa yang terjadi itu dimaksudkan untuk menjadi.

Tentang Kematian. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi setelah seseorang meninggal, maka "itu sesuatu yang tak terduga", tetapi kematian tidak bisa dihindari, alami "dan pada akhirnya adalah benar". Ketika Anda kehilangan seseorang yang Anda cintai, itu adalah titik balik besar, dan semua yang tersisa dari mereka saat ini adalah kenangan. "Jadi mengambil foto-foto dan masih terbingkai dalam pikiran Anda" - Anda menjaga mereka dalam hati dan berharap bahwa mereka berada di tempat yang lebih baik. Kemudian lagi, kadang-kadang, tidak peduli seberapa kejam itu, kematian seseorang bisa menjadi "baguslah".

Tentang Fans. Lagu ini ditulis beberapa waktu sebelum rilis Dookie, album pertama band yang dirilis pada label besar. Itu adalah waktu ketika Green Day ditolak oleh komunitas punk dan diberi label 'sell out'. Banyak fans mereka sebelumnya berpaling dari band karena mereka percaya bahwa band punk tidak boleh menjadi populer, dan karena Green Day sangat populer -. Mereka (Green Day) tidak punk lagi ini menciptakan sebuah teori yang Good Riddance mungkin pesan kepada penggemar setia yang gagal memahami arti sebenarnya dari punk dan tidak bisa bertahan ngefans pada band favorit mereka hanya karena sebuah stereotip. Siapa yang membutuhkan fans? Baguslah.

Tentang Punk. Banyak orang mulai memanggil Green Day sell-out setelah mereka merilis Good Riddance, karena lagu-lagu akustik adalah hak prerogatif yang mainstream dan tidak boleh dimainkan oleh band-band punk. Namun demikian, Good Riddance dapat dianggap salah satu hal yang paling punk yang pernah dilakukan sebuah band, karena punk adalah tentang memberontak melawan norma-norma. Jadi, merilis sebuah lagu akustik untuk sebuah band punk akan melawan norma-norma, melakukan apa yang Anda inginkan, bukan apa yang Anda seharusnya - dan itulah apa pengertian punk sesungguhnya.

Tentang Hidup. Sesuatu mungkin telah memicu menulis lagu ini, tapi itu bukan hanya tentang hubungan atau kematian atau titik balik tertentu, ini tentang kehidupan secara umum, dan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Lagu ini penuh dengan garis kebijaksanaan abadi, seperti "jadi, lakukan yang terbaik dalam hidup ini dan tak usah tanya mengapa - itu bukan pertanyaan, tapi pelajaran tentang waktu". Memang, ketika kita melewati masa-masa sulit, kita sering meminta makhluk yang lebih tinggi, diri kita sendiri dan semua orang di sekitar "Kenapa? Kenapa ini terjadi padaku?" Tapi kita tidak pernah mendapatkan jawaban, karena "itu bukan pertanyaan, tapi pelajari dalam pelajaran tentang waktu" - sesuatu yang seharusnya mengetahui seperti kita yang menjalani hidup." Jadi mengambil foto-foto dan masih terbingkai dalam pikiran Anda" - kenangan adalah sesuatu yang kita harus berpegang pada suatu titik dalam hidup karena mereka bisa mendapatkan Anda melalui apa-apa dan membuat Anda menyadari bahwa "untuk apa itu layak itu layak semua sementara ". Pada akhirnya, hidup itu sendiri adalah "sesuatu yang tak terduga, tetapi pada akhirnya adalah benar". Kita tidak selalu mengontrolnya, tidak selalu seperti itu, tapi pada akhirnya itu adalah apa itu dimaksudkan untuk menjadi. Dan jika sudah selesai - "Saya harap Anda punya waktu untuk hidup Anda".

Sunday, August 10, 2014

Lafaz Tauhid pada Bendera ISIS

LAA ILAAHA ILLA ALLAAH.. Itulah bunyi kalimat dalam bendera ISIS, kalimat Tauhid, TIADA TUHAN SELAIN TUHAN.
Saya cuma senang gambarnya, bukan maksud hati ingin bergabung dengan ISIS (Islamic State of Iraq Syiria), saya hanya pendamba kedamaian ISIS (Istri Solehah Idaman Suami).
Mengenai seluk beluk dan sejarah perkembangan ISIS, silahkan browsing, tak perlulah saya jelaskan disini. Yang jelas, ISIS dicap teroris karena mereka melawan, membunuh, menghancurkan segala yang berseberangan paham dengannya, minimal tidak mendukung mereka. Karenanya, paham ISIS dianggap berbahaya dan pemerintah berusaha membatasi perkembangannya di dalam negeri. Termasuk mencurigai segala sesuatu yang memasang lambang ISIS, mungkin termasuk pada postingan ini.
Saya hanya mengingatkan, janganlah berlebihan menyikapi lambang ISIS. Tak perlu dibakar atau dirusak dengan berbagai cara. Ingat, ada lafaz tauhid pada lambang tersebut. Dan lafaz tauhid adalah kepunyaan seluruh ummat muslim, bukan hanya ISIS.

Friday, August 8, 2014

Janda Muda Sedot Pulsa

Alkisah, seorang lelaki paruh baya di SMS berkali-kali oleh seorang janda muda. Si janda minta ditelepon ke sebuah nomor. Penasaran, sang lelaki yang telah beranak-istri akhirnya menelepon nomor tersebut. Telepon tersambung, namun tak tuntas kata "halo", telepon terputus. Mencoba menelepon lagi, operator bilang pulsanya tak mencukupi. Yah, pulsa 20 ribu sang lelaki raib dalam satu detik, hanya karena "penasaran"!

Sang lelaki akhirnya sadar, itu hanyalah SMS penipuan berkedok birahi yang berkamuflase dalam sosok seorang janda muda. Mungkin dia lalu bertaubat tak akan mencoba melirik perempuan lain selain istrinya. Saya lalu menerima SMS yang sama, tadi malam. Untunglah saya telah mendengar kisah lelaki paruh baya tadi, kalau tidak...........

Penipuan seperti ini memang marak beberapa tahun belakangan. Pelaku penipuan takkan jera karena tidak ada hukuman yang diberikan. Saya belum pernah mendengar pelaku "bisnis" yang mengatasnamakan "konten kreatif" dibui karena merugikan konsumennya. Mungkin karena tak ada yang melapor karena bukti tak cukup kuat atau malah malu melaporkan. Coba bayangkan kalau sang lelaki melaporkan: gara-gara pulsa 20 ribu urusan jadi panjang, malu pula karena mencoba menggoda janda muda, itupun belum tentu menang di persidangan. 

Amannya, jangan mudah percaya ajakan menelepon sebuah nomor, bisa jadi akan merugikan anda, minimal kehabisan pulsa, maksimal terhipnotis dan kehabisan tabungan.

Tuesday, July 29, 2014

Wednesday, July 16, 2014

Biskuit Khong Guan, Mau?


Saat puasa Ramadhan apalagi jelang lebaran, biskuit Khong Guan kembali jadi trending topik di dunia maya maupun dunia abal-abal. Tampilan kemasannya tidak berubah sejak dulu, dulu sekali. Satu hal yang menarik adalah ilustrasi kotak Khong Guan: satu nyonya, dengan dua anak, tanpa ayah. Mereka asyik makan biskuit di atas meja ditemani secangkir minuman. Pertanyaan setengah waras sejak dulu adalah:  MANA BAPAKNYA? Tentunya bukan bang Toyib, puluhan puasa dan lebaran tidak pulang-pulang. Tak perlulah kita ceritakan rasa biskuit yang standar itu, atau wafer terbungkus plastik yang jadi rebutan. Cukup jelaskan mana bapaknya!! *super kepo*

Kalau bapaknya yang foto, bisa jadi. Bukankah yang  bertugas memotret kebanyakan tidak ikut terfoto? Kecuali foto selfie, atau memotret dengan timer. Tapi, ini masih jaman dulu, teknologi belum sanggup memotret keluarga secara utuh, dan sang bapaklah yang kebanyakan mengalah, memotret keluarganya. Mungkin foto ini diambil sore hari, saat santai keluarga, bapak sudah pulang kerja.

Kalau Bapaknya lagi lembur belum pulang dari kantor atau malah tugas keluar kota, bisa jadi. Bukankah memang tugas seorang kepala keluarga yang disematkan pada seorang Ayah adalah mencari nafkah, dan ibu mengurus rumah tangga? Mungkin foto ini diambil siang hari, saat bapak sibuk di kantor. Lalu siapa yang foto? Suami tetangga!!

Kalau bapaknya sedang di dapur, mempersiapkan makanan lainnya, atau cuci piring, atau apalah urusan rumah tangga, bisa jadi. Bukankah sejak dulu ada profesi sebagai bapak rumah tangga? Yang mengurusi rumah tangga dengan segala tetek bengeknya? Ini jaman emansipasi pria, laki-laki pun bisa bekerja di rumah sebagai bapak rumah tangga sementara si ibu bekerja diluar rumah. Tidak ada masalah. Lalu siapa yang memotretnya? Suami tetangga!!

Ah sudahlah, bisa jadi pertanyaan setengah waras lainnya seandainya keluarga ini utuh ada bapaknya ikut nimbrung makan biskuit adalah: Bapaknya kok ada? Tidak kerja? Nganggur yah? Bapak rumah tangga yah? Lagian, ini hanyalah sebuah gambar, bukan foto. Konon yang menggambar ilustrasi ini adalah seorang Bernardus Prasojo. Mengapa lukisannya tak ada bapaknya? Tanya langsung kepada beliau. #kepo.

Ilustrasi: Beritagar

Tuesday, July 15, 2014

Quick Count Pilpres Ala Kadarnya

Hitung cepat atau quick count adalah alat untuk mengetahui hasil pemilu secara cepat dengan mengambil sampel di tempat pemungutan suara (TPS). Quick count bukan sekadar untuk tahu hasil pemilu secara cepat saja, tapi juga sebagai perbandingan dengan hasil resmi KPU (Komisi Pemilihan Umum). Dikutip dari laman Wikipedia, tujuan quick count antara lain: •menghalangi penipuan; •mendeteksi kecurangan; •menawarkan perkiraan hasil secara cepat; •menanamkan kepercayaan dalam proses pemilihan dan hasil resmi; •melaporkan pada kualitas proses •mendorong partisipasi masyarakat; •memperluas jangkauan organisasi dan membangun keterampilan; dan •mempersiapkan untuk kegiatan mendatang.

Pasca pemungutan suara Pilpres 9 Juli ini, sejumlah lembaga survei mengadakan hitung cepat. Namun, hasil hitung cepat ini ternyata berbeda-beda. Setidaknya ada 7 lembaga survei yang memprediksi Jokowi-JK menang di antaranya yakni Cyrus Network-CSIS, Lingkaran Survei Indonesia, Litbang Kompas, Populi Center, dan Indikator Politik. Sementara empat lembaga survei memprediksi Prabowo-Hatta menang yakni Jaringan Survei Indonesia (JSI), Lembaga Survei Nusantara (LSN), IRC, dan Puskaptis. Dengan hasil itu, masing-masing kubu pun mengklaim kemenangan. Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri sudah mendeklarasikan kemenangan bagi kubu Jokowi-JK. Di sisi lain, Prabowo sujud syukur dan berterima kasih kepada rakyat Indonesia yang sudah memilihnya sebagai presiden Indonesia selanjutnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung mengumpulkan setiap kandidat capres dan cawapres agar bisa menahan diri. SBY pun sudah menginstruksikan jajaran TNI untuk siaga dalam level tertinggi dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik horizontal.

Konon, beberapa lembaga survei yang memenangkan Prabowo-Hatta berkategori abal-abal. Ini dilihat dari rekam jejaknya yang baru dibentuk dan beberapa survei sebelumnya bermasalah dan ditengarai melakukan manipulasi data. Tapi, katanya walaupun kredibel, lembaga survei yang memenangkan Jokowi-JK berbayar dan menjadi pendukung Jokowi-JK. Jadi yang mana yang kita percayai? Tidak ada dua kebenaran yang berbeda bukan? Karena kita adalah akademisi, kita cenderung percaya pada lembaga yang kredibel. Pada akhirnya KPU lah yang akan mengungkap kebenarannya. Peneliti boleh salah, tapi tidak boleh berbohong. Seluruh lembaga survei mempertaruhkan kredibilitasnya hingga rakyatlah yang menghukumi kebohongannya kelak, termasuk capres-cawapresnya.

Friday, July 4, 2014

Belajar Mengemudi Ala Kadarnya

Kita kadang iri pada sopir pete-pete (angkot Makassar), dengan senang hati merajai jalanan Makassar seenak maunya. Membelokkan dan memberhentikan pete-pete seenaknya yang seringkali membahayakan pengguna jalan lainnya, tak terkecuali saya yang selama ini naik motor. Hingga umur kepala tiga ini saya tidak tahu mengendarai mobil. Mungkin supir pete-pete yang membaca postingan ini akan menertawai saya. Tak perlu sekolah tinggi-tinggi untuk bisa bawa mobil. Cukup nekad, ada kesempatan, dan ada mobil yang bisa dipakai belajar mengemudi. Soal SIM urusan kesekian, tak punya juga tak mengapa, SIM tembakpun tidak jadi soal. Toh berlaku hukum rimba di jalanan, yang kuat dan berani adalah rajanya. No rules!!

Ketidaktahuan saya membawa mobil berimbas pada keluarga, istri dan anak. Pernah istri hamil besar dan mesti ke dokter untuk cek rutin, kami akhirnya naik motor dengan risiko keguguran selama di perjalanan. Pernah juga si kecil sakit dan akhirnya kami naik bentor atau taksi atau minta diantar kakak ipar ke dokter. Ini gara-gara saya tidak tahu bawa mobil. Pernah kami batal ke resepsi pernikahan hanya gara-gara kehujanan di tengah jalan karena naik motor. Menyedihkan!!

Bukannya tidak mau belajar mengemudi, agar tahu bawa mobil, saya minta diajar oleh teman dan keluarga. Tapi tak pernah ada waktu yang pas. Entahlah jika cuma jadi alasan, sebenarnya mereka hanya basa-basi membesarkan hati saya padahal mereka malas dan tidak mau mengajari saya. Bosan menunggu, saya akhirnya latihan mengemudi di tempat kursus dengan bayaran yang tidak sedikit. Mumpung libur semester dan cuti kerja.

Instrukturnya baik, hanya beberapa jam saya sudah bisa bawa mobil sendiri walaupun masih ada kekurangan di sana sini. Setir, kopling, gas, dan rem sudah seirama walaupun kadang mati dalam jika saya panik. Konon, saya terlalu bernafsu membalap dan emosional yang menyebabkan tidak tenang dan gugup jika kepepet. Intinya, belajar mengemudi harus banyak bersabar. Tapi sepertinya tak perlu banyak bersabar untuk bisa mengendarai pete-pete. Padahal pete-pete adalah mobil juga. Suatu penarikan kesimpulan yang aneh dan pastinya salah. Mari mengemudi dengan baik dan benar.

Tuesday, July 1, 2014

Pisang Ijo Kuliner Ramadhan, Mau?

Hari ini adalah hari ketiga puasa Ramadhan versi pemerintah. Muhammadiyah hari keempat, jamaah An-Nadzir Gowa hari kelima. Tak masalah puasa hari keberapa, bukankah perbedaan adalah rahmat? Kami sekeluarga ikut pemerintah. Tak perlu repot dan ragu, semua punya dalil kuat yang menjadi pegangan masing-masing. Yang pastinya, puasa Ramadhan adalah wajib bagi muslim yang beriman dan mencukupi syarat sahnya puasa. Tidak makan dan tidak minum adalah manifestasi dari ketaatan berpuasa yang menjadi standar wajib melaksanakan puasa ataukah tidak. Karena makan-minum bisa diukur oleh pribadi masing-masing. Soal nafsu yang lain termasuk syahwat dan amarah, hanya Tuhan yang tahu. Jadi, sudah pasti tidak berpuasa atau batal puasa bagi yang makan minum di siang hari.

Karena tidak boleh makan dan minum, maka segala sesuatu yang menyangkut kuliner sebisa mungkin untuk dihindari. Mendekatinya tidak jadi soal, halal asal tidak dicicipi. Walaupun terlalu dekat dengannya dapat dianggap memakruhkan puasa. Tapi bagaimana dengan hukum memamerkan makanan kepada orang yang berpuasa? Sebagaimana kita ketahui bersama, teknologi informasi dalam hal ini media sosial memudahkan penggunanya menyebarkan informasi apapun ke jagad maya, termasuk foto pribadi makanan-minuman. Apakah berdosa bagi mereka yang mengapdet foto kuliner di media sosial saat orang lain atau malah dia sendiri sedang melaksanakan puasa? Entahlah dengan hubungannya dengan Tuhan, yang jelas mungkin dianggap tidak manusiawi. Coba bayangkan saja jika ada tetangga yang kelaparan belum makan tapi kita sendiri berkecukupan bahkan sangat kenyang memamerkan makanan dan perut kita yang buncit tepat dihadapan wajah tetangga tersebut? Bisa-bisa kita dianggap melanggar HAM. Mungkin demikian hukumnya memamerkan foto makanan di siang hari saat bulan puasa.

Ah sudahlah, saya tak dapat menahan nafsu memposting sesuatu di blog ini termasuk memamerkan foto pisang ijo, hasil buka puasa hari pertama kemarin dulu. Pisang ijo ini adalah kuliner takjil buka puasa favorit di Makassar. Maafkan saya, daripada posting tidak jelas soal pilpres yang bisa saja menjerumuskan ke dalam kubangan kampanye hitam, mending posting tentang makanan. Semoga tidak menjadi makruh puasa anda yang melihatnya di siang hari. Mau?

Sunday, June 22, 2014

Demam Bola Ala Kadarnya

Gelaran piala dunia Brasil 2014 sudah dimulai sejak seminggu yang lalu. Banyak penikmat sepakbola yang menderita demam karenanya. Demam piala dunia, demam bola. Syukurlah saya tidak demam-demam amat berhubung keterbatasan dalam menonton: tak berdaya melawan kantuk dan siaran tv kabel diacak.

Setiap hari, pertandingan berlangsung pada jam 12 tengah malam, jam 3 subuh, dan jam 6 pagi waktu Indonesia Tengah, waktu yang paling nyaman untuk tidur. Pastinya ada saja penikmat sepakbola yang tidak melewatkan satu pertandinganpun, 64 pertandingan sejak fase grup hingga partai final dilahap habis. Alasannya, gelaran piala dunia tidak tiap tahun ada, hanya sekali dalam 4 tahun, tak apalah begadang tiap hari. Sebagai penikmat sepakbola kasta kesekian, saya lebih baik tidur daripada menahan kantuk sambil nonton bola. Selalu saja saya ketiduran jika dalam kondisi mengantuk nonton bola. Jadinya pertandingan tidak utuh ditonton, paling hanya nonton beberapa menit awal babak pertama, jeda turun minum, dan pertengahan babak kedua. Selebihnya, dibuai mimpi, tv yang menonton saya. Lagian, kalau saya ngotot nonton penuh, bisa-bisa kondisi badan menurun karena kelelahan yang berujung pada gejala demam dan jatuh sakit. Mending tidur. 

Soal tv kabel yang diacak, memang demikian. Untunglah beberapa tv kabel lokal cerdik memanjakan pelanggannya. Jika TVONE dan ANTV sebagai pemegang hak siar tidak membiarkan siarannya dinikmati pengguna tv kabel dan tv berlangganan, operator tv kabel mencarikan siaran dari luar negeri. Jadilah saya nonton bola tahun ini dari ASTRO tv dan CCTV. Kadang juga lewat streaming VIVALL jika sedang sial hanya mendapat wifi gratisan. Ah sudahlah, malam ini pertandingan kurang seru dan hanya mengandalkan streaming, mending tidur daripada demam. Bagi yang demam, silahkan melanjutkan demamnya. Piala dunia hanya sekali dalam 4 tahun, nikmatilah.

Thursday, June 19, 2014

Belajar Fotografi Ala Kadarnya



Ada kamera SLR tapi jarang digunakan, untuk apa? Padahal memilikinya setengah mampus, pakai dicicil setengah tahun dengan kartu kredit pula. Daripada mubazir, kamera ini harus digunakan, bagaimanapun caranya! Jadi tukang foto keliling bolehlah, ikut lomba foto boleh jugalah. Tapi, membuat foto yang bagus tidak semudah menekan tombol shutter. Foto yang dihasilkan apabila tidak ingin dinikmati sendiri dan ingin dibagikan pada orang lain haruslah foto yang baik, indah, dan minimal tidak merusak mata penikmatnya. Butuh waktu luang dan keberuntungan untuk menghasilkan gambar foto yang bagus, dan "menghasilkan uang" hanyalah efek sampingnya.

Kemudahan seseorang memiliki kamera, baik kamera digital maupun sekedar kamera ponsel membuat gambar berhamburan dimana-mana, termasuk di dunia maya. Sekarang, tak perlu menyewa tukang foto untuk mengabadikan momen penting seperti pernikahan, cukup kamera biasa atau malah kamera ponsel dan jadilah momen pernikahan dapat diabadikan. Yang jelas terabadikan, bukan? Perkara bagus atau tidak bagus itu urusan kesekian. Mudahnya lagi, terkadang bagus tidaknya sebuah foto berbanding lurus dengan teknologi yang digunakan. Contoh, semakin canggih kamera, semakin fokus gambar yang dihasilkannya, semakin tajam hasil fotonya. Dan belajar fotografi menjadi semakin mudah dengan kamera yang mumpuni.

Mau menjadi fotografer profesional? Harus fokus dan meninggalkan kerjaan utama. Fotografer sekelas om Arbain Rambey tidak serta-merta menjadi fotografer profesional dalam waktu sekejap. Butuh waktu yang tidak singkat dan belajar terus menerus, bukan hanya "nyambi" jadi fotografer keliling. Kalau sekedar hobi, untuk apa mempersulit diri jika ada teknologi yang memudahkan. Cukuplah ilmu fotografi seperti segitiga Exposure (ISO, Aperture, dan Shutter Speed) sedikit saja dipelajari dan disimpan rapat dalam kepala. Karena kenyataan di lapangan berbeda jauh. Untuk menghasilkan foto yang tajam dan fokus, lebih mudah dan dengan hasil yang baik dengan format OTOMATIS. Sekarang ini untuk menghasilkan foto yang menarik cukuplah dengan ragam eksperimen posisi sudut pengambilan foto. Kecuali mau bereksperimen dengan mode MANUAL dengan waktu hunting foto yang berlimpah, silahkan saja. Jadi tips belajar fotografi ala kadarnya kali ini adalah cintailah kameramu, foto apa saja didepanmu dengan berbagai posisi, dan berbahagialah.

Sunday, June 15, 2014

Mie KQ5, Mau?

Pas lapar, pas perut diisi dengan kuliner enak. Mie KQ5, berdiri di bilangan jl Hertasning Makassar, depan RS Grestelina. Konon dirintis oleh Wong Solo Group yang telah kesohor dengan menu ayam penyet dan ayam bakarnya. Dan ini adalah cabang ketiganya setelah Medan dan Jakarta. Rasanya? Lumayanlah.... Harganya? Lumayanlah... Mau?

Wednesday, June 11, 2014

Berkebun dan Beternak Ala Kadarnya

Hayday...

Saya lagi membayangkan setiap akhir pekan dihabiskan dengan berkebun. Menanam jagung, labu, tebu, hingga padi dan buah-buahan. Ada saatnya memanen hasil kebun, kemudian menikmatinya bersama keluarga, sisanya dijual di pasar. Di samping kebun ada ternak peliharaan seperti sapi, kambing, dan ayam. Mengumpulkan telur ayam dan memerah susu sapi adalah kerjaan sambilan. Sungguh nikmat, mungkin inilah bayangan surga. Bukankah tafsir surga adalah kebun-kebun yang terhampar luas yang dipenuhi buah-buahan di dalamnya? Tapi itu hanya bayangan saja. Kenyataannya berkata lain, sekarang ini lahan untuk berkebun dan beternak sudah sangat mahal. Berkebun di zaman digital online adalah sesuatu yang mahal istimewa, hanya bisa dirasakan orang-orang berpunya. Beda dizaman kakek-nenek dulu, almarhum kakek dan nenek bahkan adalah seorang petani. Entahlah jika beliau bahagia jadi seorang petani atau tidak.

Namun teknologi berkembang pesat. Sensasi berkebun sekarang bisa dirasakan dalam permainan online, demi mewujudkan impian manusia untuk berkebun dan bercocok tanam. Hayday. Memang jauh berbeda dengan dunia nyata. Tapi tak perlu capek-capek menanam dan memanen, cukup mainkan jempol dengan menghabiskan waktu dan quota internet. Setelah kecanduan Farmville di Facebook beberapa tahun lalu, kali ini saya kecanduan Hayday. Berkebun di Hayday sangat mudah, tinggal memainkan jempol dan jadilah impian kita berkebun di dunia maya. Bahkan, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di dunia nyata seperti beternak babi ---yang jorok, kotor, rakus, dan haram itu--- wajib dilakukan di Hayday tanpa khawatir berdosa.
Sayangnya, Hayday mesti saya tinggalkan. Belum cukup dua pekan, Hayday saya sudah level 20. Takut semakin terjerumus dalam candu yang jadi penyebab tak ada pekerjaan nyata yang selesai. Istri, anak, dan pekerjaan bisa terbengkalai. Selain itu, Hayday tak bisa dimainkan secara offline membuat quota internet dan batere ponsel cepat habis. Sebelum jauh berhubungan dengan babi-babi itu, saya hentikan sekarang saja. Selamat tinggal Hayday, maaf dan terima kasih.

Monday, June 9, 2014

Calon Presiden Pilihan Istri



Pilpres 2014 tepat sebulan lagi. Dan saya dipusingkan memilih antara dua pilihan, Prabowo atau Jokowi? Sebenarnya tidak sulit, tinggal datang ke TPS lalu mencoblos salah satunya. Pun kalau pusing, coblos dua-duanya. Biar tidak pusing, saya punya kriteria khusus memilih presiden. Beberapa petunjuk memilih pemimpin yang baik adalah 1. Pilih yang beriman 2. Pilih yang jujur 3. Pilih yang ikhlas bekerja 4. Pilih yang cerdas 5. Pilih yang tegas dan kuat 6. Pilih yang tampan 7. Pilih yang gaul dan tidak sombong 8. Pilih yang berpengalaman. Tapi sepertinya semuanya sulit diukur dengan objektif, selain itu tak ada calon presiden yang mempunyai semua kriteria di atas. Tak ada presiden yang sempurna, bukan? Tapi sepertinya hati lebih sreg ke Pasangan Capres nomor urut 2, Jokowi-JK. Bukan karena Jokowi nya, tapi pak JK nya. Pertimbangannya adalah sekampung, cerdas, dan berpengalaman. Selain itu, saya tidak sreg ke Pasangan Capres nomor urut 1, Prabowo-Hatta. Bukan karena Prabowo nya, tapi pak Hatta nya. Tidak ada pertimbangan khusus, persoalan perasaan saja. Tapi pilihan harus dijatuhkan pada salah satunya. Kalau tak ada pilihan ideal, minimal Capres-Cawapres tidak melakukan kesalahan parah di masa lalu. Kita dihadapkan pilihan “memilih yang terbaik diantara yang terburuk”. Jokowi atau Prabowo? kontestasi pilpres bukan bicara seorang tokoh ‘layak’ atau ‘tidak layak’ sebagai capres, tetapi apakah seorang tokoh ‘lebih layak’ atau ‘kurang layak’ dibandingkan yang lain. Lalu siapakah yang lebih layak?


Prabowo Subianto. Beliau adalah tentara yang hebat di zamannya. Negara aman terkendali di bawah komandonya. Rakyat aman tentram, mahasiswa diajak bersahabat olehnya, tidak diculik apalagi dibunuh. Beliau juga negarawan sejati. Tidak ada cerita beliau lari dari medan pertempuran apalagi bersembunyi di Negara lain, Yordania contohnya. Beliau pun dipastikan sangat kuat dan tegas dalam memerintah. Tak ada ibu Negara yang merecoki tugas pemerintah, apalagi sekadar bermain Instagram. Joko Widodo. Beliau adalah mantan walikota Solo, sekarang masih aktif jadi Gubernur Jakarta. Belum cukup dua tahun menjabat, Jokowi nyapres atas desakan Megawati. Belum ada apa-apa yang diperbuatnya untuk Jakarta. Jakarta masih banjir dan macet ---warisan jaman batu--- tanpa ada yang diperbuatnya. Bahkan dia tertidur pulas di rumahnya saat warganya terendam banjir. Waduk Pluit pun dibiarkannya kumuh dan jorok. Begitupula Tanah Abang, semrawut dan dipenuhi preman. Satu kelebihannya, beliau orang yang tampan. Jusuf Kalla. Beliau adalah pengusaha sukses, pernah menjabat jadi wapresnya SBY. Apa yang diperbuat di zamannya? Ongkang-ongkang kaki. Aceh, Ambon, Poso dibiarkannya kacau balau. Tak ada pemikiran inovatif dari beliau tentang alih energi dari BBM ke gas. Lihatlah minyak tanah sekarang masih dipakai memasak di dapur. Hatta Rajasa. Beliau adalah pakar pemerintahan yang sukses. Saat menjabat menteri perhubungan, tidak ada kecelakaan pesawat, kapal laut, dan kereta api yang merenggut nyawa rakyat. Anaknyapun dididiknya dengan penuh tanggung jawab, sekolah baik-baik di luar negeri demi pulang membangun negaranya kelak. Saat menjabat menko perekonomian, harga sembako turun drastis dan terjangkau masyarakat. 

Tapi istri berkata lain, dia memilih Prabowo menjadi presidennya. Mungkin Prabowolah sosok paling tampan edisi pilpres kali ini. Saya hanya mampu mengamininya, walaupun pahit rasanya. Polemik seperti ini lazim terjadi pada sebuah keluarga. Suami lain pilihannya, Istri juga lain, tergantung subjektifitas pribadi masing-masing. Namun akhirnya istri jugalah yang menentukan kegolputan saya Pilpres kali ini. Mending golput daripada dibully. Yang penting saya dukung apapun keputusan rakyat ---yang memilih, dan tidak berkampanye hitam. Kelak saat Prabowo terpilih, mungkin di blog ini akan terposting judul “Calon Istri Pilihan Presiden”, jika Jokowi terpilih akan terposting “Calon Pilihan Istri Presiden”.Entahlah.

Tuesday, June 3, 2014

Model Rambut Ala Kadarnya


Seluruh pasang mata (mungkin) tertuju pada saya saat membuka pintu kelas, sejurus kemudian seisi kelas gaduh dengan tawa, senyum, dan bisik-bisik yang berisik. Saya ge er, berasumsi jika kegaduhan tersebut berpenyebab saya yang baru masuk kelas. Tapi gegara apa? Pasti ada yang salah atau terlewat benar dari tindak tanduk saya. Mungkin karena saya terlambat masuk kelas padahal hari itu ujian final, sekonyong-konyong langsung pula mengambil shaf terdepan padahal kebiasaan saya duduk paling belakang. Mungkin tawa itu untuk saya yang jadi tertuduh sudah belajar dengan keras untuk ujian hari itu, dan itu tampak aneh menjurus lucu di mata seisi kelas. Ataukah tawa itu karena perawakan baru kepala saya dengan model rambut ala kadarnya? Sepertinya yang terakhir itu penyebabnya.

Beberapa hari sebelumnya rambut kepala saya memang dicukur, di sebuah tempat rekomendasi istri saya.  Istri saya sudah muak melihat rambut saya yang acak-acakan, tak beraturan, tak ada gagahnya sama sekali. Masalahnya kemudian, mencukur rambut adalah perkara rumit bagi saya. Saya akui, wajah pas-pasan ini tak akan terdongkrak menjadi sedikit tampan dengan model rambut bagaimanapun. Malah, saya khawatir aura wajah ini akan pudar seiring mencukur rambut. Sangat sulit menjelaskan model rambut keinginan saya pada tukang cukur, ribet dan saya yakin mereka tak akan mengerti. Makanya setiap kali mencukur rambut, saya katakan "dirapikan saja!" dengan "cukur rata nomor 4, tanpa dikikis". Saya sudah pengalaman dengan mengkikis habis rambut di atas telinga yang memang rapi namun tak cocok dengan raut wajah saya yang sedikit menebal di daerah pipi. Ketembeman pipi saya memuncak saat area atas telinga dikikis yang membuat wajah saya semakin jelek. Tapi hari itu entah setan apa yang merasuki. Saya pasrah saja saat tukang cukur mengkikis habis rambut di atas telinga. Memang tempat cukur terakhir adalah salon wanita, maksud hati menemani si kecil potong rambut, apalah daya saya terjerumus juga.


Kembali ke kelas, seorang teman menegur dengan tatapan hina. "Rambutmu bagus, seperti rambutnya Danny Wellbeck," katanya. Saya terdiam, mencoba tenang dan mengontrol diri sambil mengeluarkan kalimat rasis "tapi dia lebih hi**m!". Belakangan, saya paham mengapa model rambut seperti ini jadi bahan pemancing tawa. Jawabannya muncul saat saya berfoto bareng burung kakatua jambul hitam di Gowa Discovery Park kemarin. Lebih baik mirip Wellbeck daripada mirip kakatua.  

Wisata Gowa Discovery Park



Akhir pekan kemarin dihabiskan di Gowa Discovery Park (GDP). GDP terletak di Desa Sapiria, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. GDP mulai dibangun pada tahun 2010. Pembangunannya menjadi polemik karena berada di dalam kawasan budaya Benteng Somba Opu, benteng kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan yang kondisinya sekarang hancur parah. Pada zaman kerajaan dulu, di dalam benteng seluas 113.590 meter persegi tersebut terdapat istana raja, rumah kaum bangsawan, pembesar dan pegawai-pegawai kerajaan yang dikelilingi tembok. Belakangan, pada awal tahun 90-an di dalam kompleks benteng dibangun berbagai rumah adat dari berbagai suku yang ada di seluruh Sulawesi Selatan, sehingga kawasan budaya Somba Opu menjadi miniatur Sulawesi Selatan. Ingatan saya masih samar ketika pertama kali diajak Bapak ke tempat ini. Peresmian rumah-rumah adat di dalam kawasan Benteng Somba Opu tumpah ruah oleh ribuan pengunjung. Belum ada mall saat itu. Pernah juga saya kesini saat SMA jadi asisten juru ukur tanah di sepanjang sungai, diajak almarhum pak Eko, lumayan honornya. Seiring waktu, kawasan ini mulai sepi pengunjung. Rumah adat sudah tidak terawat, rusak disana-sini. Mahasiswa memanfaatkannya untuk berkegiatan, Rapat Kerja salah satunya, tempat ini sewanya murah dan jauh dari keramaian, sangat pas menyelenggarakan rapat kerja. Tak ada angkutan umum masuk ke sini. Tapi itu dulu, sekarang polemik seputar pembangunan Gowa Discovery Park tidak ada kabarnya lagi, dan GDP berdiri megah di dalam kawasan budaya Somba Opu. 

Gowa Discovery Park seperti wahana waterboom kebanyakan, namun GDP mempunyai fasilitas tambahan, Kebun binatang mini dan area outbound. Harga tiket masuk lumayan terjangkau, Rp. 65 ribu untuk waterboom plus kebun binatang mini. Paket lengkap dengan tree top outbound Rp 100 ribu. Kemarin kami yang paket waterboom dan bonbin mini saja, karena memang tujuan kami hanya main air dan melihat-lihat sambil foto-foto binatang. Maklum, main air di waterboom adalah kemewahan tersendiri bagi kami, jauh lebih nikmat ketimbang seharian tawaf di mall.

Masuk area GDP, kami disambut loket tiket dan pemeriksaan tas di pintu masuk yang sangat ketat, seperti pemeriksaan tas di bandara dan bioskop. Haram membawa makanan dan minuman dari luar. Setelahnya, mata kemudian tertuju pada desain GDP, suasana Bali sangat terasa dengan kain kotak-kotak, payung dan sebuah patung khas Bali. Alunan musik pengiring pun bertema Bali. Saya mbatin, ini saya berada di Gowa atau di Bali? Mungkin pemilik GDP adalah orang Bali. Suasana ini jadi sangat kontras dengan waterboom lain yang lebih dahulu kesohor di tanah Makassar, Bugis Waterpark yang penamaan wahana dan suasananya sangat khas adat Bugis. Sepanjang penglihatan saya, ada 4 kolam renang besar dengan ragam permainan di GDP. Karena kesiangan, kami tunda main airnya. Mengisi perut dulu dengan nasi goreng dan minuman ala kadarnya yang dibeli di dalam area GDP. Lumayan, porsi nasi gorengnya sedikit, porsi diet. Setelah menyewa gazebo untuk berlindung dari terik matahari, kami ke taman burung yang berada di bagian belakang GDP. Terus terang, ini yang paling menarik. Untuk kali pertama saya melihat monyet Sulawesi, burung kasuari, dan burung elang secara langsung. Saya pun sempat berfoto bareng burung kakak tua yang dipandu oleh pemandu yang ramah. Setelah puas berkeliling taman burung, sisa waktu dihabiskan di kolam renang, termasuk mencoba seluncuran tinggi. Setelahnya, kami pulang membawa lelah plus bahagia, meninggalkan kisah pilu Benteng Somba Opu yang terlupakan.

 

Monday, May 26, 2014

Pilihan Sulit Menitipkan Bayi

Menitipkan buah hati adalah pilihan sulit dan sangat menyakitkan. Mungkin kebanyakan dari kita --orang tua-- yang hidup di zaman modern terpaksa melakukannya. Demi pekerjaan atau urusan "luar" yang lain, terpaksa menitipkan si anak. Beda dengan jaman dulu, anak diasuh langsung oleh ibu-bapaknya karena kebanyakan ibu tidak bekerja formal di luar rumah. Persoalan semakin pelik jika buah hati masih kecil, masih bayi atau balita, yang butuh perhatian dan pengawasan ekstra dari kedua orang tuanya. Rumit menjaga apalagi menitipkan bayi karena sang bayi belum bisa berjalan apalagi berbicara dengan fasih dan lancar. Kalau si bayi tidak dipedulikan atau bahkan disakiti (oleh penjaganya), dia belum mampu melaporkan kepada ayah-bundanya, pasti si bayi hanya bisa menangis atau mengalami trauma psikis. Yang paling mengkhawatirkan adalah jika si bayi yang super aktif diberi obat penenang oleh pengasuhnya karena pengasuh tidak mau repot menjaga si bayi. Si bayi diberi obat tidur, maka habis sudah. Kesehatan si bayi pastinya akan terganggu, kalau tidak sekarang efeknya akan terasa di masa depan. Memang sekarang ini orang tua harus pandai-pandai mengatur waktu, alih-alih menitipkan anaknya pada orang yang tepat. Jangan sampai titipan Tuhan tersebut tersia-siakan hanya karena kesibukan orang tua. Konon, status gizi anak berbanding terbalik dengan status ekonomi. Kayanya seseorang belum tentu anaknya cukup gizi. Bukan karena tak sanggup membeli makanan bergizi, namun asupan makanan bergizi tersebut tidak terpenuhi karena tidak diberikan secara telaten oleh pengasuh bayi yang bukan orang tua kandungnya.

Memang kesibukan orang tua di luar rumah seperti bekerja keras membanting tulang adalah untuk kesejahteraan dan kebahagiaan anaknya juga. Namun selalu saja orang tua lupa jika anaknya tidak akan kecil terus-menerus. Suatu saat sang anak akan tumbuh besar menjadi remaja, lalu menjadi dewasa. Saat sang anak tidak bayi lagi, sesungguhnya dia tidak menjadi milik orang tuanya lagi. Saat anak melewati masa balita, waktu sang anak akan tercurah sepernuhnya untuk bermain dan belajar dari lingkungannya seperti playgrup atau taman kanak-kanak. Di usia sekolah, sang anak sudah menjadi milik sekolah, teman, dan gurunya. Dan saat dewasa sang anak menjadi milik pasangan hidupnya, entah itu dia menjadi istri atau suami dari seseorang. Lalu kapan sesungguhnya waktu si anak untuk orang tuanya? Sesungguhnya hanyalah dimasa si anak masih bayi dan balita. Masa ketika sang anak digendong, dipeluk, dibuai, disusui, diceboki, disuap, diajak bermain, menangis, tertawa, dan ditidurkan. Lalu bagaimana jika orang tua tak punya waktu untuk bersama sang anak? Tentunya si anak jadi milik orang lain, pengasuhnya. Mungkin kakek-neneknya, pembantu, atau tempat penitipannya. Orang tua yang super sibuk harus rela kehilangan masa-masa emas menyaksikan pertumbuhan anaknya secara langsung.

Memilih untuk menitipkan anak yang masih bayi atau balita adalah pilihan yang sulit. Pun jika tersedia beberapa pilihan metode penitipan, yang paling sulit adalah memilihnya. Seperti disebutkan sebelumnya, pilihan tersebut punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pertama, menitipkan anak pada kakek-neneknya adalah hal yang paling mungkin. Hampir seluruh pasangan muda yang keduanya bekerja dan memiliki anak menitipkan anaknya pada orang tuanya, kakek-nenek sang anak. Pasti sang kakek-nenek dengan sangat senang hati menjaga cucunya. Namun bagaimana bila ada cucu-cucu yang lain? Atau kakek-nenek sudah renta yang pada dasarnya tentunya mau diperhatikan juga? Lalu siapa sebenarnya yang menjaga dan memperhatikan siapa? Kedua, dititipkan pada saudara atau keluarga, yang belum tentu ikhlas dan berkesempatan menjaga si anak. Ketiga, dititipkan pada pembantu atau asisten rumah tangga, yang bayarannya lumayan mahal, dan si anak belum tentu diperhatikan karena si pembantu punya kerjaan inti selain mengurus anak. Keempat, dititip pada non keluarga seperti tetangga, keluarganya teman, atau tempat penitipan anak. Pilihan terakhir mungkin adalah pilihan bijak yang dilakukan banyak orang tua. Walaupun agak repot karena mesti mengurus si anak di pagi hari sebelum dititipkan dan sore hari setelah dititipkan (minimal memandikan dan memberi makan), ini adalah pilihan yang adil bagi semua pihak. Orang tua tidak kehilangan kesempatan bertanggung jawab mengurus sang anak, anak pun masih tetap merasa terperhatikan.

Thursday, May 22, 2014

Pernikahan Kedua

Tak pernah terbayangkan sebelumnya dalam benak saya untuk menikah di KUA, dalam kesederhanaan. Apalagi menikah gratis, pun demikian dengan nikah massal, risih dan memalukan rasanya. Menikah harusnya penuh suka cita, yang identik dengan kemeriahan.

Tapi bayangan tersebut akhirnya mewujud. Hari itu saya menikah di KUA, tanpa kemeriahan apalagi kemewahan. Syarat sahnya sebuah pernikahan cukup dipenuhi, hanya perlu ada dua orang yang mau menikah (laki-laki dan perempuan, pastinya), ada wali dari perempuan (bisa diwakilkan oleh imam), mahar, ijab-kabul, serta dua orang saksi laki-laki, dan sahlah pernikahan kami.

Sayangnya, ini adalah pernikahan ulang, pernikahan kedua, nikah obat katanya. Syukurlah, tak perlu berlama-lama merasakan penderitaan, saya akhirnya berhasil bangun dari mimpi buruk tersebut. Rasanya? Seperti ketindihan. Semoga tidak merasakan mimpi yang sama lagi. Doa kami, semoga keluarga yang kami bina bisa langgeng, awet, sakinah mawaddah warahmah.

Wednesday, May 14, 2014

#Maaf Episode Kesekian

Kata #maaf takkan pernah cukup meredakan sedihmu. Percayalah, aku juga sangat terpuruk. Setelah ini, semoga semuanya bisa segera pulih. Demi kita, demi anak kita.

#maaf

Makassar, 14052014


Walking Alone (GreenDay)

Come together like a foot in a shoe 
Only this time I think I stuck my foot in my mouth
Thinking out loud and acting in vain
Knocking over anyone that stands in my way

Sometimes I need to apologize
Sometimes I need to admit that I ain't right
Sometimes I should just keep my mouth shut
Or only say hello
Sometimes I still feel I'm walking alone...

Walk on eggshells on my old stomping ground
Yet there's really no one left, that's hanging around
Isn't that another familiar face? 
Too drunk to figure out they're fading away

Sometimes I need to apologize
Sometimes I need to admit that I ain't right
Sometimes I should just keep my mouth shut
Or only say hello
Sometimes I still feel I'm walking alone...

Sometimes I need to apologize
Sometimes I need to admit that I ain't right
Sometimes I should just keep my mouth shut
Or only say hello
Sometimes I still feel I'm walking alone...



Friday, May 2, 2014

Pilah-Pilih Alat Kontrasepsi

Makan Sekali Sehari

Makan disaat lapar, berhenti makan sebelum kenyang. Itulah diet alami ala Rasulullah SAW. 

Ada tips sehat diet alami ala Rasulullah SAW yang bisa diterapkan dalam keseharian, makan sekali sehari. Pola makan Rasulullah itu adalah: Pagi makan 8 buah kurma dan sore makan roti dan lauknya. Selebihnya? Tidak makan berat, cuma mencicip sedikit saja.


Namun demikian, orang Indonesia menganut paham "Belum makan namanya kalau belum makan nasi". Saya termasuk penganut paham ini. Jadinya, setiap hari pasti ada nasi yang saya konsumsi. Rasanya ritual makan tidak akan sah jika tak ada nasi dalam daftar menu harian. Bahkan, nasi selalu saja lebih banyak porsinya dibanding lauk pauk yang jadi sumber protein dan lemak.


Tidak sepenuhnya salah, namun pandangan seperti ini --harus makan nasi-- sedikit keliru. Mestinya makanan pokok dikonsumsi secara seimbang, seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin. Kebanyakan konsumsi karbohidrat (yang terkandung dalam nasi) menyebabkan penumpukan gula dalam darah apabila tidak digunakan. Pekerja berat seperti kuli bangunan cocok makan porsi nasi yang banyak karena karbohidrat penghasil energi akan dibakar seiring aktivitas yang berat-berat tersebut. Apabila konsumsi karbohidrat berlebih oleh orang kantoran yang kebanyakan duduk tenang di depan komputer seperti saya, maka karbohidrat tersebut menjadi gula darah. Suatu saat pankreas tak dapat lagi mengolahnya menjadi tenaga, akhirnya menumpuk dan jadi penyakit seperti diabetes. Orang kantoran yang banyak mikir cocoknya mengkonsumsi banyak protein sebagai asupan yang bergizi bagi kerja sel saraf dan otak.


Namun demikian, pola hidup yang berubah-ubah menjadikan saya harus pandai beradaptasi dengan kondisi. Kadang saya bekerja keras, kadang harus bekerja cerdas, tak jarang harus keduanya, bekerja keras sekaligus cerdas. Asupan makanan harus seimbang agar penyakit tidak datang. Salah satu cara adaptasi yaitu menerapkan pola makan ini, harus disiplin "makan sekali sehari".




Referensi Buku

Makan Sekali-Sehari: 
Membuat 20 Tahun Lebih Muda 
(Dr. Yoshinor Nagumo, Januari 2014)

Tahukah Anda?
• Perut lapar baik untuk kesehatan. • Bunyi perut lapar akan mengaktifkan sel-sel dalam tubuh. • Tidur setelah makan adalah waktu emas. • Menghitung kalori yang masuk tubuh adalah sia-sia. • Otak bekerja optimal saat lapar. • Gula berdampak lebih buruk daripada rokok. • Makan sekali-sehari tidak menyebabkan kekurangan gizi. • Makan berlebih justru awal dari penyakit. • Minum air pun tetap jadi gemuk. • Metabolik yang dapat memperpendek usia. • Mengurangi porsi makan dengan satu lauk, satu sayur. • Makanan sehat adalah makanan “utuh”. • Menghindari ngantuk setelah makan siang. • Memperkuat tulang tanpa mengonsumsi kalsium • Trik menghilangkan bau badan. • Membentuk tubuh dan memiliki otot yang kuat hanya dengan tidur, tanpa ke gym.

Saturday, April 26, 2014

Layanan Purna Jual Sony Mobile Mengecewakan

Seorang bapak bersama pasangannya mendatangi Sony Service Centre Makassar dengan keluhan kerusakan layar Smartphone Sony nya. Saya tak melihat jelas tipe apa ponselnya, namun yang jelas tampilannya mewah, tipis dengan layar lebarnya. Setelah berdiskusi dengan CS, diputuskan untuk memperbaiki ponselnya tersebut berhubung pemakaian baru sekitar dua bulan, masih garansi. Namun beberapa saat setelah diskusi, pasangan ini harus menerima kenyataan, ponsel harus dibawa ke Jakarta dengan lama perbaikan dua bulan. Pihak cabang SSC tidak menerima perbaikan ponsel yang masih garansi, katanya itu sudah aturan dari pusat (Jakarta) kalau ponsel yang sakit harus dirawat selama dua bulan. Pasangan ini pasrah, hanya mampu menggerutu, "Tau begini, tidak kubeli ini hape!".

Kejadian seperti ini menimpa kami lebih dari tiga bulan lalu. Awal Januari 2014, Sony Xperia ZL yang dibeli dengan susah payah pada Juni 2013 akhirnya kena santet, mati-hidup sendiri, mati suri, hingga akhirnya mati total. Pihak SSC mendiagnosa kerusakan ada pada batere dan software. Ponsel harus masuk rumah sakit selama dua bulan. Tak ada pilihan, Xperia ZL yang telah kami anggap seperti anak sendiri akhirnya rela dilepas kepergiannya selama dua bulan. Selama kepergiannya, kami gonta-ganti hape dengan galaunya, kadang Samsung, Blackberry, atau Motorola.

Awal Maret, Sony kami telah di permak, telah pulih katanya. Setelah dicoba ternyata ada kerusakan lain, speaker mati total, tak bisa bersenandung dengan riang seperti sedia kala. Sepertinya ada kesalahan saat perbaikannya, mungkin tangan yang menjamah daerah vital batere terpeleset mengenai daerah terlarang lainnya, speaker! Ponsel akhirnya kami masukkan lagi ke neraka, parahnya kami harus menunggu lagi selama dua bulan, kurang asem!!

Lewat pertengahan April 2014, Sony kami akhirnya keluar kandang, total nyaris 4 bulan dia di neraka. Kecewanya kami, mengapa selama itu pihak Sonymobile memperbaiki ponsel yang secara logika bisa diperbaiki paling lama satu minggu. Begitu panjangkah antrian ponsel yang rusak di pusat sana yang hanya satu-dua orang teknisi yang memperbaikinya? Parahnya, Sony kami belum lunas karena dibeli secara kredit selama 12 bulan. Intinya, kami mencicil Sony untuk diperbaiki, bukan untuk dipakai. Ini menjadi preseden buruk bagi Sonymobile, kami (dan mungkin pecinta smartphone Sony yang senasib dengan kami) bakal kapok membeli dan setia sama Sony. Saran kami, kalau selama itu perbaikannya pihak Sonymobile bisa menyediakan ponsel pengganti untuk sementara bila tak sanggup mengganti baru. Ini demi kepuasan dan kesetiaan konsumennya.

Selamat datang kembali Sony Xperia ZL, senang melihatmu lagi setelah tertidur lama di neraka.

Wednesday, March 19, 2014

Shift Malam di UGD

Seorang ayah memangku anaknya, mendekapnya erat. Dia dikelilingi keluarganya. Selang infus masih melekat erat di tangan si anak, konon dia muntah sejak sore hingga harus dirawat. Kasih sang ayah membuat saya trenyuh. Disaat banyak ayah lain "membuang" atau tidak mengakui darah dagingnya, ayah yang ini tetap menyayangi anaknya yang "tidak normal". Si anak menderita down sindrome sejak kecil. Entah sampai kapan sang ayah memeluk anaknya, yang pasti hingga sembuh.

Di tempat tidur sebelah, masih di ruang UGD, seorang anak mendekap ibunya erat. Menancap selang infus di tangan sang ibu. Ibu ini tiba-tiba jatuh sakit, tekanan darahnya naik karena mengetahui suaminya harus dirawat. Jadilah pasangan ini dijaga oleh anaknya menginap di UGD.

Teringat anak dan istri di rumah. Sejak Khalila lahir, belum pernah saya tidur selain di sampingnya. Malam ini adalah malam pertama Khalila tidur berdua saja dengan bundanya. Saya sebenarnya tidak mau seperti ini. Namun kondisilah yang memaksa. Saya harus menuntaskan mata kuliah Epid Klinik, magang di rumah sakit untuk melihat karakteristik dan belajar penanganan pasien berdasarkan diagnosa klinisnya. Hari ini giliran jaga saya dari jam 10 malam hingga jam 7 pagi.

Menjelang subuh, jam setengah tiga pagi, seorang pemuda ditemani beberapa temannya masuk UGD. Ada anak panah (bahasa Makassar: busur) menancap di pinggangnya. Entah siapa pelaku pembusuran. Yang saya pertanyakan, mengapa mereka keluyuran sampai pagi? Mana orang tuanya?

Bakda shalat Subuh, seorang kakek masuk UGD, diantar beberapa pasang muda-mudi yang belakang diketahui sebagai penabrak sang kakek. Saya mbatin, darimana mereka pagi buta begini? Mau kemana berpasang-pasangan begitu? Untunglah mereka masih mempunyai nurani, bertanggung jawab mengantar orang yang dia tabraknya ke RS. Mungkin mereka teringat orang tuanya di rumah, betapa sedihnya mereka jika orang tuanya yang mengalami musibah, ditabrak.

Masih banyak cerita di UGD, mulai senda gurau security hingga dokter dan perawat jaga yang setia menunggui pasien, padahal mungkin keluarga mereka menunggu dengan cemas di rumah. Yah, memang mesti ada shift malam di UGD. Pagi ini saya jadi mengantuk karenanya. Semangat pagi!

Saturday, February 22, 2014

Romansa Film Lone Survivor



Film terakhir yang kami tonton di bioskop adalah The Conjuring sekitar setengah tahun yang lalu, itupun saat puasa Ramadhan. Sejak Sar hamil besar hingga Khal lahir, kami tidak pernah nonton di bioskop. Tidak ada kesempatan. Kami tidak tega menitipkan Khal disaat kami bersenang-senang nonton di bioskop. Kami juga takut membawa Khal ikut menonton berhubung masih bayi dibawah umur. Kami takut telinganya yang mungil itu terkontaminasi suara bising dan berisik yang tak mampu diterimanya hingga pecah. Pertanyaan selama ini adalah: Berapa umur minimal bayi bisa menonton di bioskop? Itu adalah perkara yang berbeda dengan umur minimal bayi bisa naik pesawat. Ketakutan kami adalah masalah pendengaran bayi yang masih sangat rentan. 

Hingga tiba saatnya hari sabtu itu. Kami niatannya cuma jalan-jalan di mall. Tapi mba Ulan tiba-tiba mengajak nonton. Film yang ditaksirnya adalah Lone Survivor, film action. Padahal film yang kami taksir adalah Comic8. Berhubung ditraktir nonton, kami akhirnya ikut memilih Lone Survivor ditengah pergulatan batin antara mengajak Khal yang masih berumur 5 bulan atau tidak. Sisi materialistis menang, kami akhirnya mengajak Khal menonton. Jadilah film Lone Survivor adalah film bioskop pertama Khal.

Lone Survivor, film action yang berlatar perang Amerika-Afghanistan. Karena dibuat orang Amerika, maka pahlawannya adalah tentara Amerika. Cerita dimulai dari latihan fisik tentara khusus marinir Amerika yang sangat berat. Kemudian ada seseorang yang ditolong, bersimbah darah dari medan perang. Cerita kemudian mundur beberapa hari, seseorang inilah yang menjadi tokoh utama.

Beberapa tentara Amerika diutus untuk menghabisi seorang pimpinan Taliban. Konon bos Taliban ini sangat kejam dan telah membunuh banyak infanteri Amerika. Singkat cerita, tibalah kelompok tentara Amerika ini di sebuah desa terpencil Afghanistan yang menjadi tempat persembunyian Taliban. Mereka ditugaskan survei lokasi, mengintai dari kejauhan sambil menunggu perintah dari pusat komando. Sial, sekelompok gembala memergoki mereka. Mereka (tentara Amerika) mengalami kegalauan, opsi pertama adalah membunuh gembala tersebut yang notabene warga sipil yang secara etika tak boleh dibunuh, opsi kedua adalag mengikat mereka di hutan, tak peduli dimakan binatang buas atau ditemukan selamat oleh penduduk desa, dan opsi ketiga adalah melepaskan gembala tersebut sambil mereka mundur kembali, misi dijadwal ulang. Mereka memilih yang terakhir. Tapi dugaan mereka salah, seorang gembala ternyata mata-mata Taliban dan dengan segera melaporkan kejadian itu pada bos Taliban.

Singkat cerita, tentara Amerika ini akhirnya diketahui keberadaannya oleh pihak Taliban. Mereka akhirnya terkepung dan harus menghadapi kontak senjata. Film ini kemudian beradegan tembak-tembakan dan perang dalam belantara. Bagaimanapun hebatnya, lima orang tentara Amerika tak mampu menghadapi ratusan Taliban. Tak perlulah saya ceritakan bagaimana penggambaran heroiknya lima tentara Amerika ini menghadapi Taliban, yang jelas lebay, berapa kali ditembak tidak mati-mati. Hingga seorang penonton nyeletuk "9 nyawanya ini tentara, ditembak dan dibom tidak mati-mati". Beda jika anggota Taliban yang ditembak, sekali dor tewaslah mereka.

Akhirnya tentara Amerika bersisa satu, dia mati-matian mempertahankan hidup bersembunyi dalam hutan. Dalam suasana genting dan hampir tertangkap, tentara terakhir ini akhirnya dibantu penduduk desa yang merupakan keluarga gembala. Mereka berterima kasih kepada tentara yang tidak membunuh mereka. Balas jasa ceritanya. Di akhir cerita, tentara terakhir ini berhasil ditemukan dan diselamatkan oleh tentara bantuan dari pusat komando. Cerita film ini diadaptasi dari kisah nyata. Di slide terakhir tertampil foto asli beberapa tentara tersebut, termasuk tentara terakhir yang selamat.

Dalam studio, kami awalnya khawatir Khal rewel, berteriak dan menangis karena ketakutan dan suara bising. Tapi Sar memeluknya erat hingga tertidur. Kadang Khal tiba-tiba terbangun jika suara tembak-tembakan, dan kami refleks menjejali mulutnya dengan dot susu yang nyaris kosong sambil menepuk-nepuk pahanya hingga kembali terlelap. Lewat satu jam, Khal akhirnya terjaga, kami khawatir Khal nangis sejadi-jadinya. Susu dalam dot pun sudah hampir habis dan kami tak membawa persediaan susu formula. Biasanya seberisik apapun Khal tetap tenang asal diberi susu. Resiko terbesar kami adalah menuntaskan film lebih awal. Lebih baik pulang daripada mengganggu seisi studio karena tangisan Khal. Benar saja, Khal mulai merengek, Sar akhirnya menggendong Khal sambil berdiri. Untung kami mengambil tempat duduk paling belakang sehingga tidak mengganggu yang lain. Beruntung, Khal tenang dalam gendongan Sar. Bahkan Khal seakan menikmati filmnya dengan menggoyang-goyangkan badannya jika adegan tembak-tembakan terjadi. Kami akhirnya berhasil menuntaskan film tanpa tangisan bayi. Pengalaman yang mendebarkan. Bagaimana dengan Anda? Sudah nonton Lone Survivor? Pernah ngajak bayi nonton di bioskop?

[Makassar, 8 Februari 2013]


Gambar: sketsa foto kami bertiga di lobi bioskop, dipotret anak berusia 4 tahun. Nda nyambung sama filmya.

Friday, February 14, 2014

Belajar dari Flappy Bird

 

Seorang seleb blog sekaligus senior mengupdate status Facebook, membagikan kebahagiaannya mencapai skor tertingginya di sebuah game baru, namanya Flappy Bird. Beberapa hari ini ramai diberitakan kalau sebuah game baru berbasis Android dan iPhone ditarik oleh penciptanya karena khawatir akan merusak pikiran pemainnya karena kecanduan, namanya Flappy Bird. Dua hal inilah yang membuat saya penasaran akan game Flappy Bird ini. Awalnya saya menyangka game Flappy Bird adalah contekan dari game Angry Birds, dilihat dari kemiripan namanya. Namun setelah googling ternyata jauh berbeda.

Flappy Bird diciptakan seorang pemuda Vietnam, Dong Nguyen yang tergabung dalam programmer GEAR. Tampilan grafis FBG sangat sederhana, dengan peran utama seekor burung. Tugasnya adalah menerbangkan burung sejauh-jauhnya melewati rintangan berupa pipa. Cara menerbangkan burung adalah dengan cara menyentuh (tapping) layar Android. Tak ada tingkatan level dalam FPG. Sesederhana itu! 

Disinilah letak menariknya. Tak ada ujung terbang sang burung membuat para pemain saling berlomba mencapai skor tertinggi. Untuk meraih skor tertinggi malah dilakukan sebagian orang yang stress dengan cara curang. Saya pun tidak mau mempelajari cara curangnya. Jauh lebih enak main dengan jujur, sesuai kemampuan sendiri. Seperti dilansir flappybirdgames.com pertanggal 8 Februari 2014 Sejauh ini skor tertinggi FBG tanpa cheating dipegang oleh Austin Lang dengan skor 284. Sementara skor FBG dengan cheating tertinggi dapat di cek di googleplus, dicurangkan oleh Jack O'Sullivan dengan skor 9 juta trilliun (19 digit, tidak masuk akal bukan?).

Saya sendiri baru menginstal FBG kemarin (13 Februari 2014) dengan cara meminta aplikasinya dari seorang teman dalam bentuk apk lewat bluetooth, berhubung FBG dihapus Nguyen di playstore. Ya, game ini dihapus dengan alasan gila, merasa bersalah karena membuat banyak orang jadi kecanduan. Sentuhan pertama, saya tidak berhasil melewati pipa pertama (skor 0), setelah beberapa jam akhirnya menembus skor 20-an. Terakhir, skor terbaik saya mencapai 82 dengan faktor keberuntungan, dan sepertinya saya akan berusaha melampaui skor 300.

Selain membuat adiksi, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari game Flappy Bird antara lain.

1.  Langkah Awal
Saya mengalami sedikit pergolakan pikiran antara menginstall game ini di ponsel Android saya atau tidak. Saya takut kecanduan. Tapi akhirnya saya memberanikan diri menginstall dan memainkannya. Jika tak ada langkah awal tersebut, mustahil saya bisa mencicipi sendiri game Flappy Bird. Dalam hal konsep permainannya, langkah awal dengan mengaktifkan "kepakan burung" akan memulai permainan ini, siap atau tidak. Dalam hal apapun, langkah awal adalah hal yang sangat penting. Tak akan ada sebuah proses jika tak ada langkah awal untuk memulai proses tersebut.

2. Sabar
Main Flappy Bird adalah perjuangan kesabaran. Sabar jika permainan berakhir alias game over. Sabar jika tak mampu melampaui skor sendiri. Sabar jika terjatuh sebelum pipa pertama. Sabar melihat orang lain dengan mudah memainkannya. Sabar main sendiri karena Sar tak menyukainya. Sabar menekan layar ponsel dengan teraturnya. Sabar untuk berhenti beberapa saat untuk mengembalikan fokus dan semangat main.

3. Fokus
Butuh fokus tinggi dalam main FBG. Fokus mensikronisasi jempol dengan otak. Fokus menatap layar. Mengalihkan perhatian sepersekian juta detik saja akan menjatuhkan sang burung. 

4. Konsisten
Main FBG butuh konsisten, konsisten menjaga kesabaran dan fokus. Konsisten antara jempol, otak, dan hati. Konsisten tidak memainkannya jika ada tugas penting lainnya.

Pada intinya, FBG melatih kesabaran, fokus, dan kekonsistenan kita dalam memainkannya. Saya masih heran mengapa game ini sangat sukses dengan segala kesederhanaannya. Dan inilah mungkin game pertama yang dihapus, justru karena sukses. Sudahkah anda main Flappy Bird hari ini?

[Makassar, 14 Februari 2014]

Tuesday, February 11, 2014

Surat Untuk Kanda David Moyes



Kanda David Moyes 
Perkenalkan, dinda adalah fans berat klub Manchester United, klub sepakbola yang mampu membuat dinda bahagia sejak lama, menatap hari dan masa depan dengan lebih optimis. Dinda adalah Mancunian cabang negara Indonesia yang tidak berafiliasi dengan komunitas Mancunian manapun termasuk di kota ini, Makassar. Dinda menikmati sepakbola yang disuguhkan Setan Merah dengan cara dinda sendiri, tanpa nonton bareng di kafe atau warkop, cukup di warung persinggahan sementara atau lewat televisi di rumah. Nonton sendiri ataupun dengan teman dekat, tanpa taruhan. 

Kanda David Moyes 
Dinda hanyalah sopir truk pengangkut pasir yang tak ada nilainya dibandingkan kakanda, manajer klub besar lagi kaya. Dinda hanyalah fans biasa Manchester United. Keseriusan dinda hanyalah dengan menggambar logo Manchester United di bagian belakang truk dinda, dengan tangan sendiri. Kebanggaan jadi fans Manchester United mungkin sama dengan yang menempeli kendaraannya dengan sticker scottlight besar, ataupun membeli jersey yang mahal itu. Namun tahukah kakanda jika kebanggaan tersebut harus dibayar mahal, diolok-olok fans klub sepakbola yang lain seperti Manchester City, Chelsea, Arsenal, maupun Liverpool disaat klub kesayangan dinda Manchester United terseok-seok di papan tengah klasemen sementara? 

Kanda David Moyes
Mungkin kanda tidak tahu betapa dinda menikmati sepakbola Manchester United, filosofi sepakbola Opa Alex Ferguson --membangun tim dari titik nol untuk kemudian merajai Inggris tanpa jor-joran belanja pemain bintang yang ”sudah jadi”-- yang kanda gantikan membuat Manchester United menjadi salah satu klub dengan jumlah fans terbesar di dunia. Mungkin itupula yang menjadi pertimbangan Sir Alex Ferguson memilih kakanda sebagai penggantinya, konon kanda adalah manajer yang serius, konsisten, dan sabar. Apapun yang terjadi dinda tetap setia hingga kiamat, Manchester United tetap di hati. Namun, apalah arti ngefans tanpa dihadiahi kemenangan, kakanda? 

Kanda David Moyes 
Mungkin Opa Alex Ferguson juga mengalami hal yang sama saat baru mulai membangun tim ini untuk kemudian kembali merajai tanah Inggris. Mungkin Opa butuh waktu lima tahun untuk meraih gelar pertamanya bersama Manchester United. Tapi kanda mesti ingat satu hal, tim yang kanda warisi adalah tim juara pada musim sebelumnya. Maaf kanda, mungkin dinda pun akan terus meraih kemenangan jika dalam tim dinda ada pemain sekelas Rooney, Van Persie, Chicharito, Wellbeck, Nani, De Gea, Vidic, dan pemain bintang yang tak sempat dinda sebutkan satu persatu. Sesulit itukah menangani klub hebat Manchester United, kakanda? Padahal Everton, klub yang kanda tangani musim lalu telah mengangkangi United musim ini.

Kanda David Moyes 
Mungkin kakanda heran dengan gelagat dinda yang tanpa sungkan menulis surat ini. Dinda hanya berusaha menyemangati diri sendiri yang sedang terpuruk setelah tadi malam tim kesayangan dinda ditahan seri di kandang sendiri oleh tim penghuni dasar klasemen, Fulham. Mengetahui lawan-lawan tangguh penghuni Big Four berhasil membantai Fulham tanpa kebobolan, adalah kewajiban dinda mengingatkan kakanda tidak mencatat rekor buruk lagi di kemudian hari. Adalah kewajiban dinda mengingatkan kakanda agar tetap semangat dan senantiasa fokus memimpin pasukan Setan Merah melewati sisa musim yang sangat berat ini. Dinda masih percaya kakanda masih sanggup bertahan, paling tidak klub kesayangan dinda Manchester United bisa menembus Liga Champions tahun depan. 

Kanda David Moyes 
Masih ada harapan untuk bangkit. Jadikan momentum menghadapi Arsenal sang meriam London pemuncak klasemen pekan lalu menjadi pemicu kebangkitan. Kita harus menang, jangan jadikan Setan Merah melempem, berubah menjadi Setan Pink. Singkirkan jauh-jauh hari Valentine dengan tema pinknya, tolong jangan kita rayakan hari pink itu, cukup Arsenal yang merayakannya lebih awal saat dipudarkan warnanya oleh Liverpool dengan skor telak 5-1, dan kita semakin mem-pink-an Arsenal sehari sebelum Valentines Day. 

Kanda David Moyes 
Ada beberapa pemain yang tidak loyal dan bermain setengah hati membela Setan Merah. Mereka mengupdate status lewat gadget mahalnya padahal sedang latihan bahkan klub sedang bertanding. Ada yang kehilangan fokus dan semangat di menit-menit akhir sebelum peluit akhir dibunyikan. Tak ingatkah kakanda dengan metode hair dryer nya Opa Sir Alex Ferguson? Tak perlu mendepak pemain yang malas, cukup menyentil telinganya dengan kata-kata pedas agar kembali bersemangat. Kalau masih malas, tendanglah mereka menjauh karena penyakit malas dan tidak bersemangat sangat cepat menular. 

Kanda David Moyes 
Masih banyak yang dinda mau tulis, tapi takkan cukup waktu menulis tentang tim kebanggaan kita Manchester United. Maafkan dinda yang lancang mengkritik dan seolah-olah mengajari kanda untuk menangani Setan Merah, itu hanyalah bukti kecintaan dinda pada Manchester United. Dinda pun tak akan membiarkan logo Setan Merah luntur di truk dinda. Salam hangat dari negeri nun jauh Indonesia. 

Glory Glory Manchester United 

[Makassar, 10 Februari 2014]

Suami Jobless



Beberapa hari ini saya diamanatkan sang istri menjadi bapak rumah tangga, berhubung sementara tidak ada kerjaan, jobless. Saya mesti menjaga si kecil yang masih belum berumur 5 bulan sambil mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya, seikhlas saya. Seharusnya seorang suami bekerja, mencari uang guna mencukupi kebutuhan keluarganya. Suami seperti ini menjadi pemimpin rumah tangga seutuhnya, terlepas dari istrinya bekerja juga di luar rumah atau tidak, suami mestinya bekerja dan menghasilkan uang. Namun terkadang kondisi demikian tidak terjadi, bahkan hal sebaliknya terjadi. Suami jobless di rumah sementara istrinya bekerja. Tak masalah, nikmati saja kejoblessan tersebut, dan ambil hikmah dibaliknya.

Hikmahnya?

  1. Saya jadi tahu bagaimana perasaan suami-suami yang istrinya bekerja, sementara dia jobless, di rumah saja menunggui sang istri pulang ke rumah. Sungguh menyesakkan dada. 
  2. Saya jadi tahu kalau menjaga rumah (agar tidak pindah tempat), mengurus dapur, dan pekerjaan rumah tangga lainnya ternyata sangat berat. Saya jadi tahu kalau banyak ibu rumah tangga yang stress tinggal di rumah sendirian. Belum lagi bila suaminya pulang ke rumah tanpa diiringi senyum yang menyejukkan hati. 
  3. Saya jadi maklum jika pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (pembantu/babu) adalah pekerjaan yang mulia. Butuh kejujuran dan keikhlasan bekerja tingkat dewa. Makanya mereka butuh gaji yang tinggi, minimal sesuai upah minimum regional agar mereka tidak bunuh diri atau mengacak-acak seisi rumah. 
  4. Saya jadi banyak waktu bermain bersama si kecil. Tertawa dan menangis bersama, berdua saja. Melihatnya tersenyum bahagia sungguh kebahagiaan tak terkira. 
  5. Saya jadi sedikit kreatif berpikir tentang sumber pendapatan sampingan keluarga. Konsep bekerja dari rumah salah satunya. Walaupun masih dalam tataran ide.  
  6. Saya jadi sedikit leluasa ngeblog. Paling tidak menyeka sedikit debu yang menempel di blog ini karena kelamaan ditinggal mati suri. 
  7. Saya jadi tahu bagaimana caranya melatih kesabaran. Minimal menahan tidak mandi pagi yang ditunda hingga petang hari. Dan menahan bau badan sendiri. 
  8.  
Anda juga jadi suami jobless? Ambil hikmahnya! Kalaupun tak ada hikmahnya, ambil lucunya. 

[Makassar, 7 Februari 2014]

Tuesday, February 4, 2014

Mie Naga: Antara Lidah dan Toilet

 

Beberapa hari ini, Bunda Khalila penasaran sama Mie Naga. Konon, rasa pedasnya sensasional, yang mana sang Bunda memang tergila-gila dengan yang namanya kuliner pedas. 

Mie Naga namanya. Mungkin Naga sebagai simbol pedas mahadahsyat --bukan aromanya,   makanya diberi nama Mie Naga --bukan bau Naga. Entah ini adalah kuliner ciptaan masyarakat Makassar atau import dari daerah lain, yang pastinya warung pusatnya ada di daerah perumahan BTP blok L Makassar (sebelumnya disamping Risoles Ganas BTP). Mempunyai beberapa cabang --entah resmi atau abal-abal-- setahu saya di Batua dan Sudiang. Memang yang dijual "hanyalah" makanan yang sangat umum, mie goreng. Namun keunikannya membuat orang tergila-gila. Yang unik dari Mie Naga adalah sensasi pedasnya. Si empunya kuliner membaginya dalam beberapa tingkatan pedas, dari level 1 hingga 10 (sebelumnya hanya level 1 sampai 5). Selain itu mempunyai promosi yang unik, mulai dari promosi khasiat makanan pedas hingga memberi gratisan bagi ibu hamil diatas 7 bulan. Waktu buka warungnya pun tidak 24 jam. Warung hanya buka mulai sore sekitar jam 5 hingga malam. Harganya relatif murah, mulai Rp 10 ribu, tergantung level pedasnya. Konon kebanyakan pelanggannya memesan untuk dibawa pulang karena malu-malu makan di warungnya, malu-malu dilihat kepedisan oleh pengunjung lain dengan beragam gaya, mulai hirup-hirup angin hingga menangis Cina.

Kemarin, sempat ke warungnya di BTP. Niatannya Mie Naga dibungkus bawa pulang buat Istri. Namun ternyata antriannya panjang, parkiran motor di depan warung menumpuk walaupun masih tersedia beberapa kursi kosong dalam warung. Kata tukang catat pesanannya, jika sabar menunggu saya mesti antri selama paling cepat setengah jam. Keburu lapar, niat mencicipi Mie Naga saya tunda dalam jangka waktu yang tidak ditentukan. 

Akhirnya niat mencoba Mie Naga kesampaian hari ini. Ada teman Istri saya yang bersedia dimintai tolong memesankan Mie Naga, sekalian merayakan ulang tahun Istri secara kecil-kecilan di rumah. Kami pesan tiga porsi, level 3, 5, dan 7. Mie Naga dipesankan jam 6 sore, saya pun datang mengambil pesanan satu jam setelahnya. 

Istri saya pastinya mencoba level 7, berharap ada sensasi pedas yang berbeda dari pedas-pedas sebelumnya. Komentarnya? Awalnya biasa saja, tidak terlalu pedas dan tidak sesuai harapan. Namun setelah setengah porsi, rasa pedas mulai berefek, bukan hanya di lidah tapi bibir dan kerongkongan pun merasakannya. Saya sendiri mencoba yang level 5, yang level 3 cadangan saja siapa tahu jatuh lapar nantinya. Level 5 habis, saya menggeliat bagai ular kepanasan, keringat mengucur dan mata memerah. Pedas berhasil ternetralisir dengan es teh manis. Belum puas, saya embat level 3 hingga tak bersisa. Total ada 2 porsi Mie Naga yang berkecamuk dalam perut dengan total pedas Level 8. Kekenyangan plus kepedasan. Beberapa jam kemudian, saya bolak-balik toilet. Ternyata efek pedas sampai ke urusan toilet. Istri saya malah tidur dengan pulasnya. Eh, selamat ulang tahun buat istriku tercinta, maaf tak ada kue ulang tahun, kuenya diganti Mie Naga.

Friday, January 31, 2014

Hujan, Banjir, dan Imlek


"eh.. Hujan gerimis aje...... Ikan teri diasinin... Eh jangan menangis aje.. Bulan Syawal dikawinin...".
Itulah sepenggal lirik lagu almarhum Benyamin S yang lagi laku-lakunya diputar di tv, sebagai pengiring berita banjir di ibukota. Suara tak merdu namun lucu dari Bang Ben diselingi suara manja dari Ida Royani mengiringi derasnya air yang merendam rumah warga yang tertayang di tv. Paradoks. Anak-anak main air genangan banjir, bikers mendorong motor karena mogok ditengah banjir, macet parah, hingga kondisi di pengungsian diiringi lagu ini, seperti video klip saja. Lagu ini sebenarnya bukan tentang hujan apalagi banjir, tapi tentang percintaan. Saling berbalas pantunnya saja yang akhirnya nyerempet soal hujan, gerimis.
Sejak akhir tahun lalu, negeri ini diguyur air dari langit. Sejak itu pula sebagian daerah yang jadi langganan banjir terendam hingga beberapa meter. Tak terkecuali ibukota DKI Jakarta yang memang dilalui beberapa sungai besar dan rakyatnya nyaman tinggal menumpuk di bibir sungai. Air kiriman dari anakkota yang lebih tinggi ditambah ketinggian tanah yang memang sejak dulu lebih rendah dari permukaan laut memperparah banjir di ibukota. Sungguh permasalahan kompleks, Jokowi pun butuh waktu, hanya Tuhan yang mampu mengatasinya dengan segera. 

Hari ini tahun baru Cina, Imlek. Tahun ini adalah tahun Kuda Kayu bagi warga keturunan. Konon tahun ini penuh intrik, gejolak, dan serba tidak jelas. Mungkin juga pengaruh tahun politik di Indonesia. Terlepas dari ramalan tersebut,  seluruh warga keturunan merayakan imlek dengan penuh sukacita, berharap tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya. 

Ada yang unik berkaitan dengan Imlek. Warga keturunan berharap hujan turun pada pergantian tahun, sebagai pertanda banyaknya rejeki yang menghampiri. Makin deras hujan, makin berlimpah rejeki. Jika tak turun hujan, mungkin mereka menangis cina. Meraung-raung hingga menyipitkan mata yang diselanya keluar air mata. Tak terkecuali warga keturunan yang tinggal di ibukota, mereka mengharap hujan melimpah. Namun hujan melimpah di ibukota saat pergantian tahun cina jadi pertanda lain, bisa saja memperparah banjir yang sedang terjadi. 

Buah simalakama bagi keturunan Tionghoa. Hujan deras bikin banjir, tapi tak hujan pun seret rejeki. Jalan tengahnya, hujan gerimis aje, seperti lirik lagu almarhum Benyamin S. Semangat imlek bagi yang merayakannya, semoga rejeki mengalir deras tahun ini, tapi semoga banjir cepat surut dan kita bisa beraktifitas dengan normal kembali.

Wednesday, January 8, 2014

Review Foto Pribadi Terbaik 2013



Tahun 2013 telah berlalu. Di tahun tersebut banyak gambar yang saya abadikan dengan foto, dengan kamera SLR pinjaman ataupun kamera ponsel. Maklum saya hobi jeprat-jepret, walaupun dalam taraf hobi, amatiran. Berikut ini beberapa foto yang saya anggap terbaik, tentu saja dengan segala subjektifitas penilaian pribadi dari saya. Belum sempat diikutkan lomba foto, saya anggap tidak layak untuk dinilai baik oleh publik atau juri lomba foto, baru sebatas bisa terpublikasikan di blog abal-abal ini. Foto diedit sebatas krop, kontras, dan saturasi. Susunan foto berdasarkan bulan pengambilan, dari Januari sampai Desember. Jadi ada 12 foto yang tertampilkan di bawah ini, foto terbaik tahun 2013 yang tertampil di atas.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...