Tuesday, October 27, 2015

Berfantasi Bersama Mobil Grand New Veloz



Akhir tahun ini tepat lima tahun kebersamaan kami, lumayan lama untuk sebuah hubungan dengan status tak jelas. Suka duka kami jalani bersama, hujan panas kami tembus bersama. Saya tertarik padanya sejak pandangan pertama. Bodinya yang ramping membuat jantung berdegup kencang saat melihatnya. Dia tidak rewel namun bandel, membuat saya tetap setia padanya. Pamela, Saya memanggilnya demikian.

Dalam perjalanan ke kantor hari ini Saya mengajaknya, selama ini Saya memang bersama yang lain, pacar tiri yang berstatus kepunyaan orang lain. Sebenarnya Saya kasihan pada Pamela, bodinya sudah tak mulus lagi, lecet-lecet tak karuan, gara-gara Saya yang tak banyak perhatian padanya. Dia juga pernah mengeluh sakit parah, Saya biarkan saja hingga sembuh dengan sendirinya.

Pamela memang pengertian, dia mengerti perasaan Saya yang membutuhkan pendamping baru. Tampak dari raut wajahnya saat Saya melirik yang lain. Dia tidak marah, mungkin dia butuh teman. Tapi apalah daya, untuk sementara Saya tak sanggup mendua. Banyak pilihan, namun yang baik tidak banyak. Kolaborasi antara ketampanan fisik dan inner handsome adalah pilihan yang baik. Pilah-pilih mobil seprti memilih pasangan hidup, tak bisa lepas dari empat pilar lima sempurna: keamanan, kenyamanan, kekuatan, dan gaya, plus harga yang mesti dibayar untuk memilikinya.

Monday, October 26, 2015

Menata Air, Menjaga Kehidupan



Air adalah sumber kehidupan, mari kita jaga demi masa depan


Sudah lima menit mesin pompa air meraung-raung galau. Bunyinya seperti biasa, agak berat parau, rada-rada ngebass, tanda kalau tak ada air yang dihisapnya. Beda sama tetangga depan rumah yang suara mesinnya merdu, rada-rada treble. Sebagai empunya mesin pompa air yang sayang pada si mesin, saya tak mau menunggu mesin air meraung lebih lama. Saya khawatir raungannya semakin pedih dan akhirnya diam tak bersuara. Mesin saya matikan, menunggu saat kira-kira ada air diujung pipa yang siap disedot, untuk dimasukkan ke dalam wadah penampungan. Tapi, waktunya tak bisa ditebak, tak cukup rumus peluang untuk mengetahui kapan air jatah kompleks bisa disedot dengan lancar. 

Sekitar empat tahun yang lalu air masih setia mengunjungi rumah warga kompleks, setiap saat. Kalau butuh air, tinggal putar kran. Tak perlu mesin pompa air untuk menyedot air, belum ada jatah-jatahan. Wajarlah, waktu itu kompleks perumahan masih baru, masih sedikit warga yang tinggal menetap. Barulah setelah menikah dan menempati rumah sendiri, air mulai malas mengalir lancar, mulai banyak warga yang menempati rumahnya. Karenanya kami berpikir untuk memasang tempat penampungan air, plus mesin penyedotnya. Puncaknya saat musim kemarau sekarang ini, air sangat sulit didapatkan, dijatah bergiliran oleh pengelola kompleks yang tak pasti jadwal mengalirnya, kadang sore atau subuh hari. Itupun tak pasti. 

Monday, October 19, 2015

Blogging? Go For It


Lagi suntuk? Ngeblog yuk!

Tenggorokanku mengering, lama menatap hampa layar gadget membuat mata menyipit. Otakku menumpul, seolah tak lagi berisi. Blank! Hampir satu jam kutatap kosong layar smartphone ini, tanpa kejadian. Aku lelah, muak menatap sinis twitwar dan status palsu tetangga sebelah. Susukopi di cangkir putih tergeletak di sudut meja, kuraih kemudian kusruput dalam-dalam, membasahi palung tenggorokan. Eureka! Pikiranku segar lagi, semangat membuncah. Jempolku kemudian mengetik sesuatu, mengarah ke sebuah alamat blog, mumoxdotblogspotdotcom. Selain banyak menginspirasi, aku ke blog ini kalau lagi kangen. Eyang Buyut telah tiada, namun pikiran cerdas dan bernasnya tak pernah mati. Blog beliau selalu menginspirasi. Eyang Buyut, banyak hal baik yang telah engkau bagikan di blogmu ini, wajarlah kalau engkau disayang sepenuh hati oleh siapapun, termasuk diriku. Tiga tahun sejak kepergianmu, aku masih bisa merasakan hadirmu, dirimu yang abadi di blogmu. Selamat ulang tahun Eyang Buyut, salam takzim untukmu, Al-Fatihah.

Makassar, 29 Agustus 2082

Thursday, October 8, 2015

Wisata Singkat Pantai Galesong

 

 Lagi Suntuk? Ke Pantai Yuk!

Sudah pernah ke pantai Galesong? Pantai Galesong adalah salah satu objek wisata pilihan keluarga di dekat kota Makassar. Kawasan pantai Galesong terletak di Desa Tamalate, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Jaraknya sekitar 15 kilometer arah selatan dari pusat kota Makassar. Suasana pantai masih cukup tenang, jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk kota besar. 

Awalnya kawasan pantai ini tidak banyak dikenal oleh masyarakat luas, namun setelah melakukan beberapa pengembangan dan perbaikan maka dibangunlah kawasan wisata ini yang menggabungkan konsep hotel, resort, dan outbond oleh pihak swasta. Beberapa fasilitas yang disediakan antara lain mobil ATV, taman outbond, skuter listrik, motor cross mini, sepeda listrik, kamar untuk menginap, restoran/ rumah makan, hingga kolam renang. 

Harga tiket masuk sekitar Rp 30 ribu per orang dihari biasa, dan Rp 40 ribu per orang dihari Sabtu Minggu dan hari libur. Sangat ramah bagi kantong, dibandingkan tempat wisata permandian lain yang berharga di atas 100 ribu per orang. Disediakan pula kamar untuk menginap dengan harga standard room mulai Rp 390 ribu. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...