Monday, December 28, 2015

Ayo naik bus Trans Maminasata



Lagi suntuk? Naik bus yuk!

Kalau di Jakarta terkenal dengan bus Trans Jakarta, di Makassar ada BRT (Bus Rapid Transport) Trans Maminasata. Tak sebanyak rute Trans Jakarta memang, bus Trans Mamibasata ini baru melayani beberapa rute. Namun usaha pemerintah kota Makassar (dan atau Provinsi Sulawesi Selatan?) menghadirkan moda transportasi massal yang aman dan nyaman bagi warga Makassar dan sekitarnya patut diapresiasi. Yang penting sudah berusaha, perihal masyarakat mau memanfaatkannya atau tidak itu urusan kesekian.

Baru 4 koridor yang beroperasi namun cukuplah menjangkau beberapa sudut kota Makassar, plus kota sekitar Makassar (Maminasata = Makassar, Maros, Sungguminasa Gowa, dan Takalar) kecuali Takalar. Adapun rute dan tarif bus Trans Maminasata adalah:

Tuesday, December 22, 2015

Wisata keliling kota Makassar dengan angkot, mau?



 Lagi suntuk? Coba naik pete-pete

Setelah sekian lama, akhirnya saya naik pete-pete lagi. Praktis setelah lulus kuliah dan punya motor, interaksi dengan pete-pete semakin berkurang. Bahkan saya pun tak tahu lagi berapa tarif sekali naik pete-pete. Sebelum punya tunggangan motor, pete-pete jadi alat transportasi andalan. Buat ke sekolah, pasar, mall, atau sekedar cari angin. Setelah punya tunggangan motor, pete-pete jadi musuh bebuyutan. Kalau berada di jalan, sebisa mungkin menghindari makhluk ini. Perilaku ugal-ugalan dan seenaknya dari (sebagian kecil oknum) pengemudi pete-pete jadi penyebabnya.

Hanya pete-pete yang berani singgah di tengah jalan hanya untuk menunggu penumpang. Hanya pete-pete yang tidak memberi tanda sen kalau mau berbelok. Hanya pete-pete yang lampu remnya tak jelas, soak, dan hampir mati. Hanya pete-pete yang berani memepet kendaraan lain yang coba menghalanginya. Dan berbagai hal horor lainnya. Daripada ribet berurusan dengan pete-pete, mending saya hindari. Sangat kontras memang pandangan saya akan pete-pete beberapa tahun lalu, saat sedang sekolah dan membutuhkan alat transportasi yang praktis walaupun kurang nyaman. Dulu butuh, disayang, sekarang tak butuh, dibuang.

Kadang kalau logika saya sedang jalan, saya maklumkan saja. Sopir pete-pete kebanyakan tidak membawa mobilnya sendiri, melainkan disewa dari juragan pete-pete dan mesti menyetor biaya sewa setiap harinya. Mereka butuh hidup juga, dan menghidupi keluarganya. Masalah yang kemudian timbul adalah jika pete-pete membahayakan hidup pengguna jalan lainnya.

Kali ini saya tak mau mengadili apalagi mencibir perilaku sopir pete-pete yang horor itu. Saya pun kadang berada diluar batas kendali apabila berada di jalanan, emosi, ugal-ugalan. Saya hanya mau menceritakan kebahagiaan saya naik pete-pete pagi tadi. Bukan karena mendapatkan dompet jatuh di pete-pete, tapi karena bisa bersantai di pete-pete. Walaupun macet parah dan udara panas, saya tak perlu capek-cepek menarik gas motor atau menginjak kopling motor. Berbahagialah para penumpang pete-pete yang sopir pete-petenya tidak ugal-ugalan, mereka bisa menikmati suasana kemacetan di jalan dengan caranya masing-masing.

Saturday, December 19, 2015

Filosofi sepakbola gagal van Gaal

MU kalah (lagi)? Ambil lucunya, karena (mungkin) tak ada hikmahnya...
Kecuali tentang filosofi van Gaal yang (mungkin) gagal...

Malam ini MU kalah lagi, sakitnya karena kekalahan diderita oleh tim semenjana Norwich City, di kandang sendiri pula. Saya bisa bayangkan sakitnya fans United apalagu yang menonton langsung di Old Trafford, belum juga laga usai mereka berbondong-bondong keluar stadion, meninggalkan kursi penonton yang melompong.  Mungkin mereka sudah paham dan tahu betul, tak ada kejadian heboh lagi seperti final liga champions 99 saat MU membalikkan keadaan di menit-menit terakhir. Daripada tambah sakit, mending keluar.

Tak ada semangat di tim ini seperti era sebelumnya. Dulu, seluruh pemain yang berlaga tidak patah semangat memborbardir gawang lawan hingga peluit akhir berbunyi, apalagi dalam posisi ketinggalan, tidak ada cerita pemain leye-leye mengoper bola, apalagi salah umpan. Makanya banyak gol penting tercipta di masa injury time. Sekarang? Tidak semangat, kurang greget. Benar saja, tak ada "kejadian" penting lagi di masa injury time ini saat melawan NC. Supporter yang betah menunggu peluit akhir niscaya semakin meradang, pun kami fans yang hanya menonton di layar kaca.

Kalah dari Barcelona, atau Real Madrid, atau Bayern Munchen, atau AC Milan di kandangnya jauh lebih terhormat daripada kalah dari tim papan bawah di kandang sendiri.

Thursday, December 10, 2015

Paket nelpon murah dan papa minta saham

Hidup tanpa pulsa, bagai taman tak berbunga

Dicecar wartawan soal kasus "papa minta saham" yang membelitnya, Setya Novanto malah minta pulsa pada wartawan. Pengakuannya, pulsanya habis, belum diisi, tadi lupa registrasi nelpon. Padahal dia mau nelpon bala bantuan, pengacaranya. Sayangnya tak ada wartawan yang mau membantunya, sekedar memberi beberapa pulsa untuk menelpon. Konon tak ada lagi yang mau registrasi nelpon karena mahal. Lagian, Setnov terkenal pelit, kerjanya hanya minta saham dan tak mau membaginya, pulsa pun lupa dia beli, pelit bukan?

Cerita diatas fiktif belaka, jangan dianggap seriuslah. Selain terkagum-kagum dengan karya master Sotoshop Agan Harahap, saya mau sedikit curhat soal pulsa yang kian hari bertambah mahal, fluktuasinya mengalahkan kenaikan harga sembako dan BBM bersubsidi. 

Wednesday, December 9, 2015

Emas-emasan Bung Karno dan Mungkin Kita yang Tertipu



Seumur-umur saya baru pegang emas batangan, entah asli atau palsu...

Dengan sedikit ragu, Bang Ikhlas (BI, seorang teman, sebut saja namanya begitu) memberitahu kalau dia punya emas batangan. Mungkin awalnya BI ragu memberitahukan ke saya perihal tersebut, khawatir saya mencibir tak percaya. Mungkin juga BI khawatir rahasianya tersebut saya bocorkan ke orang-orang, dan kelak jadilah BI korban perampokan. Ah, saya kesampingkan dulu keraguan-keraguan tersebut. Intinya, BI punya emas batangan. BI memberitahu saya, mungkin berharap saya punya second opinion akan diapakan emas tersebut. Kata BI, emas tersebut diberikan oleh mendiang ayahnya. Konon emas tersebut diperoleh dengan cara memberi "mahar" dengan jumlah uang tertentu, sekitar satu jutaan per batangnya yang mana dulu jumlahnya tak bisa dibilang sedikit. Entah diperoleh dari orang lain atau diperoleh dengan cara "gaib". Saya penasaran dan minta dibawakan emas tersebut, sekedar dilirik-lirik, kalau bisa diuji keasliannya.

Selain diperoleh dengan memaharkan, pesan terakhir ayah BI tentang emas batangan tersebut semakin mengusik batin dan logika kami. Pesan terakhir tersbut adalah agar BI tidak membelanjakannya. Logikanya kalau tidak untuk dibelanjakan, lalu emas ini mau diapakan? BI mulai tak sanggup menjaga pesan terakhir sang ayah, dan untuk mengetahui emas ini bisa dibelanjakan atau tidak mesti lewat uji kemurnian emas.

Emas batangan yang dimaksud hadir keesokan harinya, setengah kilogram emas batangan bercetak khusus. Konon itu hanya "sampel", yang artinya masih banyak emas batangan serupa yang BI simpan di rumahnya. Saya takjub, nyaris tak percaya. Kalau memang benar itu emas murni maka hari itu adalah kali pertama saya memegang emas batangan. BI bilang dirumahnya masih banyak emas batangan, kalau disatukan saya tak akan sanggup mengangkatnya, saking banyaknya!

Monday, December 7, 2015

Aturan (Pem)batas(an) Kecepatan Kendaraan



 Karena anggapan BIAR CEPAT ASAL SELAMAT sudah mendarah daging
dan perlu diatur

Seberapa cepat kita melajukan kendaraan di jalan (raya)? Kebanyakan dari kita pasti tahu dari petunjuk yang terpampang di pengukur kecepatan, speedometer di tiap kendaraan. Mungkin kebanyakan kita tak mau tahu batas kecepatan kendaraan yang layak dan aman buat kita. Kebanyakan kita berpikir instan tanpa memperhatikan dan mengingat aspek keselamatan. Prinsip "biar lambat asal selamat" sudah dirasa kuno di era motor dan mobil matic sekarang ini, berganti prinsip "cepat dan selamat". 

Laman wikipedia menjelaskan, pembatasan kecepatan adalah suatu ketentuan untuk membatasi kecepatan lalu lintas kendaraan dalam rangka menurunkan angka kecelakaan lalu-lintas. Untuk membatasi kecepatan ini digunakan aturan yang sifatnya umum ataupun aturan yang sifatnya khusus untuk membatasi kecepatan yang lebih rendah karena berbagai alasan. Beberapa alasan pembatasan kecepatan adalah keramaian, di sekitar sekolah, banyaknya kegiatan di sekitar jalan, penghematan energi ataupun karena alasan geometrik jalan. Kurang lebih sepertiga korban kecelakaan yang meninggal karena pelanggaran kecepatan, sehingga pembatasan kecepatan merupakan alat yang ampuh untuk mengendalikan jumlah korban akibat kecelakaan lalu-lintas.

Sunday, December 6, 2015

Pagar Makan Jalanan



Karena PAGAR MAKAN TANAMAN sudah terlalu mainstream

Di pemukiman padat penduduk sudah jamak ditemui rumah-rumah tak bertaman, alih-alih berpagar rapat, dan tinggi. Kebutuhan akan rasa aman dan nyaman adalah salah dua penyebabnya. Aman dari kejahatan yang mungkin tiba-tiba hadir dan nyaman dengan privasi tertutup. Maklum, orang kota sudah sedemikian parnonya dengan kriminalitas, dan sedemikian elitisnya dengan tetangga.

Lahan yang demikian sempit itu sebisanya disulap menjadi teras plus garasi. Masalahnya adalah teras plus garasi yang mungil itu kadang tak cukup untuk masuk mobil, mobil mini sekalipun. Solusi praktis nan cerdas adalah "memajukan" teras dengan "memakan" sebagian ruas jalan. Maka tak jarang ditemui di lorong-lorong perumahan pagar rumahnya menjorok ke depan, kebanyakan pagar lipat besi yang dibuat permanen. Celakanya lagi kalau si pemilik pagar sebenarnya tak punya mobil, iseng saja memajukan pagarnya hanya karena ikut-ikutan tetangganya. Namun lebih celaka lagi kalau si pemilik pagar punya mobil namun mobilnya tetap parkir dengan khusyuknya di pinggir jalan, bukan di garasi yang pagarnya sudah makan jalanan itu.

Monday, November 23, 2015

Trans Studio Makassar, Wisata Gratis Tanpa Kamera


Berwisata tanpa membawa kamera mumpuni, menyesal kemudian...


Beberapa pekan kemarin kami berwisata ke Trans Studio Makassar. Kali terakhir saya kesini sekitar tahun 2010 yang lalu bersama mantan pacar. Setelah lima tahun berlalu akhirnya menginjakkan kaki lagi di tempat ini.

Trans Studio diklaim sebagai indoor theme park kedua terbesar di Indonesia (ketiga di dunia) setelah Trans Studio Bandung. Malah sebelum Trans Studio Bandung dibangun, Trans Studio Makassar adalah indoor theme park terbesar di dunia. Theme park ini mempunyai luas 20.000 m2 dengan tinggi 20 meter. Trans Studio dibangun di area 12,7 hektar dengan investasi hingga Rp 1 triliun, diresmikan oleh Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, pada tanggal 9 September 2009 (09-09-09). Trans Studio merupakan bagian dari Proyek Trans Studio World. Di bawah pengelolaan PT. Trans Kalla, Mega Proyek ini terintegrasi dengan pusat perbelanjaan (Trans Studio Mall), supermarket, hotel, area kantor, daerah rekreasi pantai (Akkarena), dan daerah perumahan.

Sunday, November 22, 2015

Es Krim PapaBon, Rasa Dunia Selera Makassar


Kepanasan? Nge es krim yuk! 

Matahari lagi imut-imutnya, sengatan panasnya begitu menggoda apalagi di tengah hari musim kemarau seperti hari ini. Memang hujan turun satu dua kali, deras namun sebentar, tidak rutin, pertanda musim kering belum berakhir. Mendinginkan hati dan pikiran di tengah hari nan terik adalah hal mudah, salah satunya adalah menikmati es krim. Btw, itu es krim termasuk makanan atau minuman? Es krim itu dimakan atau diminum? Salah satu es krim yang sedang naik daun di Makassar adalah ES PUTAR PAPABON yang terletak di jalan Gunung Nona. Selain enak, tak ada pesaing lokal untuk bisnis es krim di Makassar. Yang ada hanyalah franchise dari luar kota atau luar negeri.

Tuesday, November 17, 2015

Duka untuk Paris dan Hati si Nyinyir yang Teriris



Apapun alasannya, siapapun pelakunya, dan apa pun tujuannya, 
melakukan kekerasan apalagi menyebabkan korban jiwa 
adalah tindakan yang biadab dan bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan

Paris Perancis diserang bom teroris dari segala penjuru. Ratusan tewas dan luka parah. ISIS kemudian mengeluarkan pernyataan resmi bertanggungjawab atas aksi teror berdarah ini. Beberapa saat kemudian muncul dukungan "Save Paris" agar Paris Perancis bisa keluar dari nestapa ini. Konon walikota Makassar yang berniat ke Paris Prancis untuk studi banding soal keamanan kota membatalkan kepergiannya. Sistem keamanan yang bagaimana yang ingin dipelajari dari kota yang sistem keamanannya dibobol teroris?

Tak kalah hangat di media sosial dukungan untuk Paris. Profil picture pengguna Facebook berbendera Prancis berseliweran. Ya, salah satu bentuk dukungan akan sesuatu adalah dengan mengganti Profil picture. Kalau kita mengganti DP dengan hal yang berkaitan dengan sesuatu tersebut, orang sudah paham kalau kita ikut mendukung.

Sunday, November 8, 2015

Belajar Sportif Ala Valentino Rossi


Dalam olahraga (sport), sportifitas yang paling utama, dan menang (champions) adalah bonusnya.


Drama terjadi di Sirkuit Ricardo Tomo Valencia, dalam gelaran pamungkas MotoGP edisi 2015. Drama yang berakhir antiklimaks bagi pendukung Valentino Rossi, rider gaek bermassa fantastis, pemilik rekor 9 kali juara dunia MotoGP. Sang rider harus puas di tempat kedua klasemen akhir, hanya berbeda 5 point dari rival sekaligus rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Dramatisnya, nama yang disebut terakhir berhasil juara setelah menelikung total point Rossi yang sebelumnya berada di puncak klasemen. Adalah Marc Marquez dan Dani Pedrosa, pemain figuran dalam drama kolosal ini yang perannya tak bisa dipandang sebelah mata.


Wednesday, November 4, 2015

Wisata Air Terjun Bantimurung, Gemuruh Abadi Nan Indah



Kerajaan Simbang merupakan salah satu distrik adat Gemenschaap yang berada dalam wilayah kerajaan Maros. Distrik ini dipimpin oleh seorang bangsawan lokal bergelar Karaeng. Pada sekitar tahun 1923, Patahoeddin daeng Paroempa menjadi Karaeng Simbang, beliau mulai mengukuhkah kehadiran kembali kerajaan Simbang dengan melakukan penataan dan pembangunan di wilayahnya. Salah satu program yang dijalankannya adalah dengan melaksanakan pembuatan jalan melintas Kerajaan Simbang agar mobilitas dari dan ke daerah-daerah sekitarnya menjadi lancar. Pembuatan jalan ini rencananya akan membelah daerah hutan belantara. Namun, suatu waktu pekerjaan tersebut terhambat akibat terdengarnya bunyi menderu dalam hutan yang menjadi jalur pembuatan jalan tersebut.

Karena suara gemuruh tersebut begitu keras, para pekerja tidak berani melanjutkan pekerjaan pembuatan jalan. Karaeng Simbang yang memimpin langsung proyek ini lalu memerintahkan seorang pegawai kerajaan untuk memeriksa ke dalam hutan belantara asal suara gemuruh tersebut.

Setelah sang pegawai kerajaan melakukan pemeriksaan lokasi, Karaeng Simbang lalu bertanya: “Aga ro Merrung?” (Bahasa Bugis: apa itu yang bergemuruh itu?)

“Benti, puang” (air, tuanku), jawab sang pegawai. Benti adalah bahasa bugis halus atau tingkat tinggi untuk air. Sesampainya di tempat asal suara, Karaeng Simbang terpana dan takjub menyaksikan luapan air begitu besar merambah batu cadas yang mengalir jatuh dari atas gunung. Beliau lalu berujar: “Makessingi kapang narekko iyae onroangngnge diasengi Benti Merrung!”(mungkin ada baiknya jika tempat ini dinamakan air yang bergemuruh).

Berawal dari kata Bentimerrung inilah kemudian berubah bunyi menjadi Bantimurung. Penemuan air terjun tersebut membuat rencana pembuatan jalan tidak dilanjutkan. Malah, daerah sekitar air terjun dijadikan sebagai sebuah perkampungan baru dalam wilayah Kerajaan Simbang. Kampung ini dikepalai oleh seorang kepala Kampung bergelar Pinati Bantimurung.

Saat ini, Bantimurung menjadi salah satu Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Maros, begitu pula Simbang. Sedangkan air terjun Bantimurung menjadi kawasan Wisata Alam. Air terjun ini memiliki ketinggian kurang lebih 30 meter dari permukaan tanah dengan lebar 15 meter. Menggemuruh sepanjang tahun, tak peduli musim hujan ataupun musim kering, gemuruh air terjun abadi, sehingga menjadikannya tempat wisata yang sangat populer.

Monday, October 26, 2015

Berfantasi Bersama Mobil Grand New Veloz



Akhir tahun ini tepat lima tahun kebersamaan kami, lumayan lama untuk sebuah hubungan dengan status tak jelas. Suka duka kami jalani bersama, hujan panas kami tembus bersama. Saya tertarik padanya sejak pandangan pertama. Bodinya yang ramping membuat jantung berdegup kencang saat melihatnya. Dia tidak rewel namun bandel, membuat saya tetap setia padanya. Pamela, Saya memanggilnya demikian.

Dalam perjalanan ke kantor hari ini Saya mengajaknya, selama ini Saya memang bersama yang lain, pacar tiri yang berstatus kepunyaan orang lain. Sebenarnya Saya kasihan pada Pamela, bodinya sudah tak mulus lagi, lecet-lecet tak karuan, gara-gara Saya yang tak banyak perhatian padanya. Dia juga pernah mengeluh sakit parah, Saya biarkan saja hingga sembuh dengan sendirinya.

Pamela memang pengertian, dia mengerti perasaan Saya yang membutuhkan pendamping baru. Tampak dari raut wajahnya saat Saya melirik yang lain. Dia tidak marah, mungkin dia butuh teman. Tapi apalah daya, untuk sementara Saya tak sanggup mendua. Banyak pilihan, namun yang baik tidak banyak. Kolaborasi antara ketampanan fisik dan inner handsome adalah pilihan yang baik. Pilah-pilih mobil seprti memilih pasangan hidup, tak bisa lepas dari empat pilar lima sempurna: keamanan, kenyamanan, kekuatan, dan gaya, plus harga yang mesti dibayar untuk memilikinya.

Sunday, October 25, 2015

Menata Air, Menjaga Kehidupan



Air adalah sumber kehidupan, mari kita jaga demi masa depan


Sudah lima menit mesin pompa air meraung-raung galau. Bunyinya seperti biasa, agak berat parau, rada-rada ngebass, tanda kalau tak ada air yang dihisapnya. Beda sama tetangga depan rumah yang suara mesinnya merdu, rada-rada treble. Sebagai empunya mesin pompa air yang sayang pada si mesin, saya tak mau menunggu mesin air meraung lebih lama. Saya khawatir raungannya semakin pedih dan akhirnya diam tak bersuara. Mesin saya matikan, menunggu saat kira-kira ada air diujung pipa yang siap disedot, untuk dimasukkan ke dalam wadah penampungan. Tapi, waktunya tak bisa ditebak, tak cukup rumus peluang untuk mengetahui kapan air jatah kompleks bisa disedot dengan lancar. 

Sekitar empat tahun yang lalu air masih setia mengunjungi rumah warga kompleks, setiap saat. Kalau butuh air, tinggal putar kran. Tak perlu mesin pompa air untuk menyedot air, belum ada jatah-jatahan. Wajarlah, waktu itu kompleks perumahan masih baru, masih sedikit warga yang tinggal menetap. Barulah setelah menikah dan menempati rumah sendiri, air mulai malas mengalir lancar, mulai banyak warga yang menempati rumahnya. Karenanya kami berpikir untuk memasang tempat penampungan air, plus mesin penyedotnya. Puncaknya saat musim kemarau sekarang ini, air sangat sulit didapatkan, dijatah bergiliran oleh pengelola kompleks yang tak pasti jadwal mengalirnya, kadang sore atau subuh hari. Itupun tak pasti. 

Sunday, October 18, 2015

Blogging? Go For It


Lagi suntuk? Ngeblog yuk!

Tenggorokanku mengering, lama menatap hampa layar gadget membuat mata menyipit. Otakku menumpul, seolah tak lagi berisi. Blank! Hampir satu jam kutatap kosong layar smartphone ini, tanpa kejadian. Aku lelah, muak menatap sinis twitwar dan status palsu tetangga sebelah. Susukopi di cangkir putih tergeletak di sudut meja, kuraih kemudian kusruput dalam-dalam, membasahi palung tenggorokan. Eureka! Pikiranku segar lagi, semangat membuncah. Jempolku kemudian mengetik sesuatu, mengarah ke sebuah alamat blog, mumoxdotblogspotdotcom. Selain banyak menginspirasi, aku ke blog ini kalau lagi kangen. Eyang Buyut telah tiada, namun pikiran cerdas dan bernasnya tak pernah mati. Blog beliau selalu menginspirasi. Eyang Buyut, banyak hal baik yang telah engkau bagikan di blogmu ini, wajarlah kalau engkau disayang sepenuh hati oleh siapapun, termasuk diriku. Tiga tahun sejak kepergianmu, aku masih bisa merasakan hadirmu, dirimu yang abadi di blogmu. Selamat ulang tahun Eyang Buyut, salam takzim untukmu, Al-Fatihah.

Makassar, 29 Agustus 2082

Wednesday, October 7, 2015

Wisata Singkat Pantai Galesong

 

 Lagi Suntuk? Ke Pantai Yuk!

Sudah pernah ke pantai Galesong? Pantai Galesong adalah salah satu objek wisata pilihan keluarga di dekat kota Makassar. Kawasan pantai Galesong terletak di Desa Tamalate, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Jaraknya sekitar 15 kilometer arah selatan dari pusat kota Makassar. Suasana pantai masih cukup tenang, jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk kota besar. 

Awalnya kawasan pantai ini tidak banyak dikenal oleh masyarakat luas, namun setelah melakukan beberapa pengembangan dan perbaikan maka dibangunlah kawasan wisata ini yang menggabungkan konsep hotel, resort, dan outbond oleh pihak swasta. Beberapa fasilitas yang disediakan antara lain mobil ATV, taman outbond, skuter listrik, motor cross mini, sepeda listrik, kamar untuk menginap, restoran/ rumah makan, hingga kolam renang. 

Harga tiket masuk sekitar Rp 30 ribu per orang dihari biasa, dan Rp 40 ribu per orang dihari Sabtu Minggu dan hari libur. Sangat ramah bagi kantong, dibandingkan tempat wisata permandian lain yang berharga di atas 100 ribu per orang. Disediakan pula kamar untuk menginap dengan harga standard room mulai Rp 390 ribu. 

Thursday, September 10, 2015

Prosesi Yudisium dan Wisuda, Demi Ijazah



Kejarlah ilmu ijazah hingga negeri Cina


Ijazah adalah Surat Tanda Tamat Belajar (KBBI online). Belum ada catatan resmi yang saya temukan tentang sejarah penerbitan ijazah, berawal dari mana, ataupun siapa yang paling pertama memperolehnya dimana. Yang pasti orang tergila-gila dengan ijazah, dengan cara apapun berusaha diperolehnya. Proses pencarian kerja saat ini masih mementingkan ijazah, beberapa jenis pekerjaan mensyaratkan ijazah tertentu terutama S-1 bagi para pelamar. Begitu pula kenaikan pangkat, khususnya di lingkungan birokrasi pemerintah atau akademik di sekolah dan perguruan tinggi, masih disandarkan pada formalitas gelar pada ijazah.


Monday, September 7, 2015

AMF 2015, Selamat Datang di Kota Makassar




Selamat Datang di Kota Makassar, kota yang banyak bersolek namun sedikit menor, Tuan.

Makassar menjadi tuan rumah pelaksanaan The Second ASEAN Mayors Forum (AMF) yang diagendakan berlangsung pada 7-9 September 2015 hari ini. Wapres JK dijadwalkan membuka AMF yang akan menghadirkan 500 peserta, 150 diantaranya adalah walikota yang berasal dari negara-negara ASEAN.

Tuesday, September 1, 2015

Bagai Menjilat Anu Sendiri



Karena menjilat ludah sendiri sudah terlalu mainstream

Saya kembali berniat aktif di blog ini, menulis beberapa curhatan tak jelas tiap bulan. "Kembali berniat" berarti ada niatan lama yang tertunda kemudian berusaha kembali diejawantahkan (saya kurang tahu bahasa yang tepat) dalam niatan baru untuk kemudian direalisasikan. Saat blog ini lahir beberapa tahun yang lalu, isinya berisi curhatan tak jelas dan buah pikiran abal-abal tentang apa saja. Namun karena "tak jelas juntrungannya", saya berusaha memperbaharui isi blog dengan tema yang lebih spesifik dan lebih serius (serius menceritakan curhatan.. Hahaha.. Sama saja) seperti opini-opini keren di koran disertai foto ciamik dari kamera DSLR. Postingan lama sekira 50 postingan tak jelas pun saya ekspor ke blog terminal di 290882.blogspot.com, sayang kalau  dihapus. Setengah hidup ditulis kemudian dibunuh? Tidak! Mending saya "istirahatkan di tempat yang agak tenang". Beberapa tulisan kemudian hadir dalam beberapa bulan. Hasilnya adalah blog ini tak berkembang, ternyata saya tidak bisa menulis dengan baik dan benar. Hanya ada sekitar lima postingan abal-abal, berusaha menulis yang serius-serius ternyata menyakitkan.

Wednesday, August 5, 2015

Tabu Buta Batu




Boleh suka batu, asal bukan kepala batu.


Koleksi batu akik atau permata yang saya punya masih sedikit, tak seperti punya beberapa orang teman yang bahkan sudah menjualnya. Dalam kantong plastik ada sekitar 7 jenis batu yang masih berbentuk bongkahan (rough), dalam plastik kecil ada 4 batu sudah dipoles tapi belum punya cincin pengikat, dan dalam dompet bekas tempat emas ada 7 cincin batu, selain sebuah cincin yang saya pakai sendiri di jari manis tangan kiri. Hampir semua koleksi tersebut awalnya tak saya ketahui namanya, namun berkat tanya-tanya pada google dan ahli abal-abal akhirnya saya tahu nama dan jenisnya.
Sedikit dari koleksi batu saya tersebut antara lain Black American Star 4, Giok Hijau Ternate, Badar Lumut, Giok Kuning Manakarra, Hajar Jahanam Ternate, Black Cat Eye, Natural Obsidian, Lavender, Badar Pasir, dan Fosil Kelor. Nama-nama batu ini adalah nama campuran dari saya sendiri berdasarkan hasil gogling, pemberitahuan si pemberi batu, dan informasi sesat dari si pemoles batu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...